30 Kebakaran Terjadi Selama 8 Bulan Terakhir di Madiun

Peserta pelatihan penanggulangan kebakaran di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, memadamkan api yang berkobar membakar rumah, Rabu (4/9/2019). - (Istimewa/Pemkot Madiun)
04 September 2019 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kasus kebakaran di Kota Madiun dari Januari hingga Agustus 2019 jumlahnya mencapai 30 kejadian. Sebagian besar kebakaran ini karena kelalaian manusia. 

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka kebakaran ini menurun. Dengan periode yang sama, tahun lalu terjadi 47 kebakaran. 

Kepala Satpol PP Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono, mengatakan kebakaran pada tahun ini banyak terjadi di lahan kosong dan rumah warga. 

Penyebab kebakaran lahan, jelas dia, biasanya akibat kelalaian manusia. Seperti tidak mematikan puntung rokok hingga membakar sampah tanpa adanya pengawasan. 

"Kalau kejadian kebakaran di rumah itu karena korsleting atau kebocoran kompor gas," ujarnya saat pelatihan penanggulanan kebakaran di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Rabu (4/9/2019). 

Sunardi menuturkan pelatihan penanggulangan kebakaran ini bertujuan untuk mengantisipasi sekaligus mengetahui langkah-langkah memadamkan api saat kebakaran. 

"Mereka kalau sudah memahami apa itu rawan kebakaran atau saat terjadi kebakaran, mereka bisa langsung mengambil langkah memadamkan api," kata Sunardi. 

Dalam pelatihan ini, para peserta dikenalkan dengan alat-alat pemadam kebakaran seperti apar. Selain itu juga dikenalkan apa saja yang bisa menimbulkan kebakaran. 

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan potensi bencana kebakaran di Kota Madiun cukup besar. Mengingat Madiun termasuk wilayah padat penduduk. Untuk itu, pelatihan ini penting dilakukan. 

"Saya imbau supaya masyarakat tidak membuang puntung rokok di sembarang tempat. Korek juga jangan ditaruh di sembarang tempat. Karena bahaya saat digunakan anak kecil," katanya.