Polisi Lumajang Sudah Geledah Rumah Mewah Milik Bos QNet di Madiun 

Rumah mewah milik bos bisnis MLM QNet, MK, di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Rabu (4/9 - 2019). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
04 September 2019 13:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Tim penyidik Polres Lumajang telah menggeledah rumah bos MLM QNet di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun. Dari rumah tersebut polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar, membenarkan rumah mewah bercat putih itu milik MK, 48, bos QNet. 

Dia menuturkan rumah tersebut telah digeledah polisi sekitar sebulan lalu. Saat itu, ia diminta menyaksikan penggeledahan tersebut.

Joni menyebut sejumlah barang bukti yang dibawa petugas yaitu komputer, alat-alat kesehatan dari QNet, buku rekening bank, dan perlengkapan untuk presentasi. Dia mengaku tidak kaget atas penangkapan MK oleh polisi. 

"Penggeledahan sebulan lalu oleh Polres Lumajang," kata dia saat ditemui di Kantor Desa Singgahan, Rabu (4/9/2019) pagi. 

Selama ini, MK dikenal sebagai orang yang dermawan dan suka membantu masyarakat desa setempat. Dia mencontohkan, saat Lebaran MK biasa membagikan zakat kepada warga dan berkurban sapi saat Iduladha. 

Seperti diketahui, Tim Cobra Polres Lumajang menangkap seorang warga Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, berinisial MK, 48, Selasa (3/9/2019). MK ini merupakan direktur PT Amoeba International yang berafiliasi dengan PT Q-Net. 

Kuat dugaan MK ini menjalankan bisnis dengan sistem money games dengan mekanisme piramida (multilevel marketing/MLM) melalui perusahaan PT Amoeba International. Sedangkan PT Q-Net sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan sistem MLM. 

Dalam rilis yang dikutip Madiunpos.com dari situs resmi Polri, tribratanews.id, Selasa (3/9/2019), dalam menjalankan bisnis itu, member baru yang bergabung dengan Q-Net diwajibkan untuk mencari dua anggota (downline). Dan setiap anggota baru ditugaskan hal yang sama yaitu merekrut anggota baru. Sehingga dalam jaringan itu membentuk sistem piramida yaitu masing-masing kaki kanan dan kirinya akan bercabang terus. 

Para member baru ini dijanjikan setiap kelipatan tiga masing-masing kaki kiri dan kanan akan mendapatkan 250 dolar bahkan bisa mereka dijanjikan bisa mendapatkan Rp11 miliar dalam satu tahun. Jika para member tersebut bekerja tekun.