Ribuan Pesilat Kumpul di Madiun Pada Sura Nanti, 1.150 Personel Keamanan Disiagakan

Wali Kota Madiun Maidi bersama Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu memeriksa kesiapan personel untuk operasi pengamanan bulan Sura 2019 di halaman Polres Madiun Kota, Kamis (29/8/2019). - (Istimewa/Pemkot Madiun Kota)
29 Agustus 2019 17:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Setiap Bulan Sura, ribuan pesilat dari berbagai perguruan, terutama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW) akan mendatangi Kota Madiun. Mereka akan berziarah ke makam leluhur pesilat di kota ini. 

Ribuan pesilat yang datang dari berbagai daerah itu tentu membuat keamanan dan kondusivitas daerah perlu diperkuat. Apalagi beberapa tahun silam, setiap perayaan Sura, Kota Madiun menjadi cukup tegang dan mencekam. 

Untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan dan menjaga keamanan, sekitar 1.150 personel gabungan dari Polri dan TNI serta petugas keamanan dari Pemkot Madiun akan bersiaga selama kegiatan di bulan Sura 2019, yang dimulai per 1 September, selesai. 

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan Kota Madiun harus aman. Tidak boleh ada gangguan keamanan dan ketertiban selama kegiatan tradisi berlangsung dan seterusnya. 

"Saya meminta kepada masyarakat dan pendatang untuk tetap menjaga kesantunan selama berada di Kota Madiun. Sehingga kondisi di dalam kota tetap aman dan nyaman," kata dia seusai apel gelar pasukan untuk pengamanan Sura 2019, Kamis (29/8/2019). 

Selama Sura, Pemkot juga akan menerjunkan tim keamanannya untuk menjaga ketertiban kota. 

Kapolres Madiun Kota, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan setiap ketua perguruan silat di Madiun telah berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap anggotanya selama kegiatan di Bulan Sura. Setiap pergerakan massa yang masuk wajib mendapatkan izin dari petugas keamanan setempat. 

Seperti tahun sebelumnya, petugas juga disiagakan untuk menjaga daerah perbatasan. Penjagaan di perbatasan ini untuk menghalau para pesilat yang menggunakan sepeda motor saat kegiatan Suran Agung maupun Suroan berlangsung. 

"Sudah diimbau untuk tidak menggunakan sepeda motor saat mau datang ke acara itu. Semua perguruan silat sudah diimbau untuk menggunakam kendaraan roda empat," kata Nasrun. 

Diharapkan selama kegiatan tradisi bulan Sura di Kota Madiun bisa aman dan kondusif. Masyarakat maupun anggota perguruan silat juga bisa menjaga keamanan dan ketertiban kota.