Di Madiun, Sampah Popok Bayi dan Pembalut Banyak Dibuang Sembarangan

Ilustrasi sampah di sungai. (Solopos/Dok)
27 Agustus 2019 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sampah popok bayi dan pembalut menjadi masalah tersendiri di Kota Madiun. Masih banyak warga yang sembarangan membuang sampah ini, bahkan ada yang membuang di sungai. 

Padahal, sampah popok bayi dan pembalut memerlukan penanganan khusus supaya tidak mencemari lingkungan dan merusak kehidupan di sungai. Hal ini karena pembalut dan popok bayi mengandung plastik yang berbahaya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun, Suwarno, mengatakan plastik yang masuk ke tubuh manusia bisa menyebabkan kanker. Medianya melalui ikan yang memakan plastik. Dampak yang dihasilkan tidak secara langsung tampak, tetapi bisa muncul antara 10-20 tahun ke depan. 

Dia menuturkan sampah popok bayi dan pembalut wanita ini tidak hanya ditemukan di sungai. Tetapi juga ditemukan di lingkungan masyarakat. Sampah itu dibuang dengan cara yang tidak benar. 

"Plastik itu membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Kami sering menemukan sampah itu dibuang begitu saja tanpa dibersihkan maupun dikumpulkan," kata dia, Senin (26/8/2019). 

Sampah popok bayi maupun pembalut sulit untuk dikelola maupun didaur ulang. Agar tidak mencemari lingkungan, Suwarno mengimbau masyarakat untuk mengumpulkan sampah jenis ini dalam kantong tersendiri. Akan lebih bagus apabila popok dan pembalut itu dibersihkan terlebih dulu sebelum dibuang.

Selama ini, petugas kebersihan mengelola sampah popok dan pembalut ini sama seperti sampah plastik lainnya. 

"Kami masih mencari solusi terbaik untuk menangani permasalahan ini. Supaya penangannya bisa lebih maksimal. Kami berharap masyarakat juga bisa berpartisipasi dalam penanganan sampah ini," kata dia.