65.578 Keluarga di Ngawi Kesulitan Air Bersih

Petugas BPBD Ngawi menyalurkan air bersih ke wilayah kekeringan. - (Detik.com)
20 Agustus 2019 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI – Bencana kekeringan di Jawa Timur meluas. Di Kabupaten Ngawi, sedikitnya 45 desa mengalami kekeringan. Sebanyak 65.578 keluarga harus membeli atau mengharapkan bantuan pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

"Untuk terdampak kekeringan kami telah melakukan dropping air bersih kepada 65.578 keluarga. Itu tersebar di 45 desa di seluruh wilayah Ngawi," kata Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Alfian Wihaji Yudono, saat kanmendistribusi air di Desa Kerek, Kecamatan Pitu, Selasa (20/8/2019), seperti dikutip detik.com.

45 desa tersebut tersebar di 10 kecamatan dengan jumlah warga yang terdampak mencapai 154.825 jiwa. Mereka, lanjut Alfiani, mulai mendapatkan bantuan air bersih sejak sebulan terakhir.

"Untuk dropping air bersih terdampak kekeringan di Ngawi berdasarkan data sudah dilakukan di 45 desa di 10 kecamatan. Dropping air bersih sudah sejak sebulan lalu atau bulan Juli," katanya.

Alfian menjelaskan setiap hari pihaknya melakukan dropping air bersih secara bergilir. Air bersih tersebut mereka salurkan menggunakan mobil tangki berkapasitas 7.000 liter. Kemudian dimasukkan dalam tandon air yang sudah ada di setiap desa.

"Setiap hari kita ada distribusi air bersih satu hingga dua mobil secara bergilir hingga 45 desa. Namun kalau ada lokasi yang sudah emergency kita sediakan nomor ponsel untuk menghubungi jika dibutuhkan dan langsung diutamakan," lanjutnya.

Ia menambahkan, air bersih yang dipasok diambil dari sumber milik PDAM di Kecamatan Paron. Air tersebut bisa langsung layak minum tanpa harus direbus karena sudah standar.

"Ow iya, air yang dibantukan ke masyarakat adalah air gunung, dengan kualitas layak minum tanpa direbus. Air diambil lewat Depo pengisian milik PDAM di Desa Gentong Paron," pungkasnya.

Sumber : detik.com