Ditinggal Sebentar, Anak Temukan Bapaknya Gantung Diri di Pohon

Aparat kepolisian memeriksa kondisi Djemiran yang ditemukan meninggal gantung diri di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/8/2019). (Istimewa - Polres Ponorogo)
15 Agustus 2019 09:25 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO – Diduga depresi karena penyakit yang lama di deritanya, seorang kakek-kakek di Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, nekat gantung diri. Djemiran, nama si kakek-kakek, ditemukan tewas tergantung di pohon manggis pada Rabu (14/8/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Ponorogo, Iptu Edy Sucipto, mengatakan mayat pria berusia 84 tahun itu pertama kali ditemukan oleh anaknya yang bernama Murtini.

Menurut keterangan Murtini, pada Rabu sekitar pukul 08.00 WIB Djemiran masih duduk-duduk di depan rumah. Saat itu, Murtini hendak berangkat berkebun. Satu jam kemudian, Murtini pulang ke rumah dan mendapati ayahnya itu sudah tidak bernyawa menggantung di pohon manggis belakang rumah. 

"Anaknya itu mau membuang sampah di belakang rumah. Kemudian melihat pria lansia itu sudah meninggal gantung diri. Korban ini gantung diri dengan tali yang terbuat dari bambu," kata dia. 

Mengetahui ayahnya menggantung, Murtini berteriak minta tolong dan memberitahukan kepada tetangga. Selanjutnya, warga melaporkannya kepada polisi dan mengevakuasi jenazah petani tersebut. 

Dari identifikasi yang dilakukan, dipastikan Djemiran meninggal dunia karena bunuh diri. Hal itu terlihat dari luka di leher bekas jeratan tali. Selain itu, tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan di tubuh pria lansia itu. 

Berdasarkan keterangan dari Murtini, Djemiran memang terlihat seperti orang frustrasi sejak menderita penyakit prostat dan ambeien. "Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.