Perhatikan Hal Ini Saat Menyembelih Hewan Kurban

Ilustrasi sapi untuk kurban (Antarafoto/Muhammad Adimaja)
10 Agustus 2019 18:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Iduladha atau Hari Raya kurban akan dirayakan umat Islam Indonesia pada Minggu (11/8/2019). Pada saat Iduladha, umat Islam yang mampu akan melaksanakan ibadah kurban baik sapi maupun kambing.

Saat perayaan Iduladha ini, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kondisi hewan kurban. Hewan juga memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik saat akan disembelih.

Kasi Kesehatan Hewan Bidang Perikanan dan Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Ponorogo, Siti Barokah, mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat umat Islam menyembelih hewan kurban. Salah satunya memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan hewan.

"Kalau dari sisi aturan syariat tentu petugas yang menyembelih di masing-masing lokasi sudah mengetahuinya. Ini yang di luar syariat lebih baik diperhatikan," kata dia dalam siaran pers yang dikutip Madiunpos.com, Sabtu (10/8/2019).

Salah satu yang harus diperhatikan yakni harus menyediakan lahan yang cukup lapang untuk hewan kurban. Lahan ini memungkinkan untuk memisahkan antara hewan yang selesai disembelih dan yang sedang menunggu giliran disembelih.

Dia menuturkan hewan yang melihat hewan lain disembelih bisa mengalami stres dan tentunya akan memengaruhi kualitas daging. Bisa saja daging tersebut lebih alot dan gizinya berkurang.

Siti juga menyampaikan penampungan darah juga disarankan cukup baik yakni berupa lubang yang cukup dalam. Sehingga bisa ditutup kembali dengan baik.

Usai disembelih, hewan dipastikan telah mati secara sempurna. Bila masih ada gerakan di mata hewan itu, sebaiknya ditunggu beberapa saat sebelum hewan itu dikuliti atau dipotong.

"Kalau masih ada gerakan di mata, itu artinya belum mati sempurna. Jadi harus ditunggu beberapa saat. Pastikan juga darahnya sudah berhenti dan tidak menetes lagi. Disarankan hewan itu digantung dengan kepala di bawah," ujarnya.

Saat akan melakukan pemotongan hewan kurban, kata Siti, harus diawali dengan pemeriksaan kondisi daging hewan saat masih utuh. Terutama untuk melihat ada bagian yang rusak dan ada cacingnya apa tidak.

Kebersihan alas dan alat saat pemotongan hewan juga harus diperhatikan, jangan sampai terkena debu dan dikerubungi lalat.

"Kalau ada cacing di jeroan misalnya, ya jeroannya saja disingkirkan, lainnya bisa dipakai. Atau bagian lain ada cacingnya, ya bagian itu saja yang dihilangkan,” jelasnya.