Hanya 14% Warga Kota Madiun yang Konsumsi Ikan

Ilustrasi ikan. (Solopos/Dok)
05 Agustus 2019 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – Tingkat  konsumsi ikan di Kota Madiun masih di angkat 14%. Angka tersebut sangat rendah karena di bawah tingkat konsumsi ikan di Provinsi Jawa Timur yang mencapai 34%. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Madiun, Muntoro Danardono, mengakui tingkat konsumsi ikan warganya memang cukup rendah. Saat ini baru ada 14% penduduk yang gemar mengonsumsi ikan. Angka ini jauh lebih kecil dari tingkat kegemaran penduduk Jatim yang gemar makan ikan sebesar 34 %. 

"Itu data yang kami kelola dengan perhitungan yang telah ditentukan oleh pemerintah provinsi. Ternyata angka tingkat konsumsi ikan kita memang rendah dibandingkan Jatim," kata dia seusai Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Lomba Masak Ikan Kota Madiun 2019, Kamis (1/8/2019). 

Muntoro menyampaikan selama ini Kota Madiun memgandalkan pasokan ikan laut dari Pacitan dan Lamongan. Hal ini karena di Madiun tidak ada pantai sehingga kebutuhan ikan dipasok dari luar daerah. Sedangkan untuk ikan air tawar, banyak pembudi daya ikan sehingga bisa mencukupi kebutuhan. 

Saat ini yang dilakukan pemerintah yakni menyosialisasikan gerakan makan ikan ini supaya lebih disukai anak-anak. Ikan merupakan sumber protein yang murah dibandingkan harga daging ayam maupun sapi. 

Tetapi, ternyata tingkat konsumsi ikan di Kota Madiun masih sangat rendah. Padahal, kandungan gizi di ikan sangat banyak. 

Orang tua khususnya ibu harus tahu dan bisa mengolah ikan dengan baik dan menarik. Tampilan yang menarik tentu akan membuat anak-anak senang mengonsumsi ikan. 

Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan pemkot berencana memberi pelatihan kepada ibu rumah tangga untuk mengolah ikan. Supaya olahan ikan yang dimasak lebih menarik dan disukai. 

Maidi menuturkan pemkot juga bakal menyediakan makanan dengan olahan ikan gratis bagi anak stunting alias kekurangan gizi. Data dari dinas kesehatan ada sekitar 600 anak di Kota Madiun yang mengalami stunting.

"Anak-anak stunting ini yang perlu diawasi. Pola gizinya juga harus diawasi. Nanti anak stunting mendapatkan makanan bergizi dari olahan ikan," kata Ipong.