Pemkot Madiun Beri Peraih Emas Proprov VI Jatim Rp20 Juta

Wali KotaMadiunMaidi memberikan reward kepada para atlet yang meraih medali dalam ajang Proprov VI Jatim 2019, Rabu (31/7 - 2019) malam. (Istemewa/PemkotMadiun)
02 Agustus 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN—Pemerintah  Kota Madiun memberikan penghargaan kepada para atlet yang mendapatkan medali di Porprov VI Jawa Timur 2019 lalu. Dalam ajang kompetisi olahraga terbesar se-Jatim itu, Kota Madiun hanya menempati peringkat ke-22. 

Reward itu berupa uang tunai dengan nilai beragam sesuai medali yang didapat. Peraih medali emas mendapat bonus Rp20 juta, peraih perak Rp10 juta, dan peraih perunggu Rp5 juta. 

Dalam multievent olahraga dua tahunan itu, Kota Madiun mendapatkan total 29 medali dari 23 cabang olahraga yang diikuti. Ada tiga atlet yang memperoleh emas, enam atlet peraih perak, dan 20 atlet peraih perunggu.

Jiu Jitsu menjadi cabang olahraga yang didominasi kotingen Kota Madiun dengan torehan tujuh emas, dua perak, dan lima perunggu. Sayangnya, cabor Jiu Jitsu ini merupakan cabor ekshibisi dalam Proprov VI Jatim. Sehingga hasil medali di cabor ini tidak dihitung. 

Meski hanya cabor ekshibisi, pemkot tetap memberikan bonus kepada para atlet tersebut dengan nilai yang berbeda. Untuk peraih emas Rp6 juta, peraih perak Rp3 juta, dan peraih perunggu Rp1,5 juta. 

Tidak cuma atlet yang terima bonus, para pelatih yang berhasil mengantarkan anak didiknya meraih medali juga dapat. Untuk pelatih yang atletnya meraih emas mendapat Rp2 juta, perak Rp2 juta, dan Rp500.000 untuk perunggu. 

Wali Kota Madiun, Maidi, menganggap capaian atletnya cukup maksimal dengan persiapan yang sangat minim. 

Maidi optimistis Kota Madiun bisa tampil lebih prima pada kompetisi serupa pada Poprov berikutnya. Bahkan pemkot berani memasang target tembus sepuluh besar, hal ini melihat prestasi para atlet di bidang cabor Jiu Jitsu. 

"Para atlet berprestasi ini tidak hanya mendapatkan bonus berupa uang saja. Pemkot juga akan memberikan pekerjaan bagi perauh emas yang belum bekerja. Sedangkan yang masih sekolah akan diberi kebebasan untuk memilih masuk sekolah," terang dia saat Closing Ceremony Kontingen Porprov VI Jawa Timur di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Rabu (31/7/2019) malam.