TNI AU Kini Punya Depo Bengkel Perawatan Pesawat Tempur

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna memimpin upacara peresmian Depohar 80 di Lanud Iswahjudi, Rabu (31/7 - 2019). (Istimewa/Lanud Iswahjudi)
01 Agustus 2019 13:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MAGETAN -- TNI Angkatan Udara saat ini telah memiliki Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 untuk merawat mesin pesawat tempur yang dimiliki. Depohar 80 itu dibangun di Pangkalan Udara Iswahjudi Magetan.

Selain membangun Depohar 80, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga melantik delapan pejabat baru termasuk Komandan Depohar 80 yakni Kolonel Tek Iwan Agung Djumaeri.

Selain itu ada juga Komandan Sathar 81, Letkol Tek Tru Nugroho, Komandan Sathar 82 Letkol Tek Adi Mulia, Komandan Sathar 83 Letkol Tek Anton Firmansyah. Komandan Sathar 24, Mayor Lek Iwan Dwi Saputra, Komandan Sathar 43 Mayor Lek Muhammad Reza, Komandan Sathar 54, Mayor Lek Nopriyansyah, dan Komandan Sathar 55, Mayor Lek M. Sarwo Edy.

Kepada wartawan, KSAU menyampaikan Depohar 80 ini khusus untuk memelihara mesin pesawat tempur. Selama ini, pemeliharan mesin pesawat tempur ikut di satuan-satuan teknik maupun di skadron teknik.

Dengan perkembangan saat ini dan jumlah semakin banyak tentu dibutuhkan tempat khusus untuk memperbaiki maupun merawat mesin pesawat. Hingga akhirnya dibangun Depohar 80 itu.

"Ke depan, pesawat ini akan terus berdatangan. Sehingga harus segera memisahkan depo ini. Supaya lebih fokus dalam menangani mesin pesawat," jelas dia seusai peresmian Depohar 80 di main apron Lanud Iswahjudi, Rabu (31/7/2019).

Yuyu menyampaikan dengan pemisahan depo ini diharapkan akan lebih fokus dan teliti dalam perawatan mesin pesawat tempur. Apalagi Depohar ini dipimpin oleh anggota yang berpangkat kolonel dan dilengkapi dengan satuan-satuan pemeliharaan setingkat Batalyon.

Mengenai sumber daya manusia yang akan ditempatkan Depohar 80, kata dia, akan diambilkan dari personel-personel dari satuan asal yang berkualifikasi. Mengenai personel ini sambil menunggu pemenuhan sususan personel. Untuk penambahan personel akan dialokasikan di tahun berikutnya. Ditargetkan pemenuhan personel di Depohar 80 ini bisa terisi tiga hingga lima tahun mendatang.

"Kita ambil personel dari depo pemeliharaan yang nempel di skadron teknik dan yang ada di Depo kita ambil jadikan satu di sini," jelas dia.

Sathar 81, 82, 83 merupakan satuan di bawah Depohar 80 nantinya melaksanakan tugas pemeliharaan tingkat berat alutsista pesawat tempur TNI Angkatan Udara. Sathar akan melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan tingkat berat engine F 100-PW 220E (pesawat F-16), engine Adour MK 871 (pesawat Hawk MK-109/209) dan engine F 404-GE 102 (pesawat T 50i).

Sathar 82 bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat berat engine AL-31F seri 23 (pesawat SU 27/30 Sukhoi), engine pesawat pengganti F-5 E/F, engine dan aksesorisnya, sedangkan Sathar 83 akan melaksanakan pemeliharaan tingkat berat komponen engine pesawat tempur, kalibrasi AUP (Alat Ukur Presisi), NDI, dan Fabrikasi.