300 PKL CFD Jl. Pahlawan Tak Tertampung di Sunday Market Taman Bantaran Madiun

Ratusan PKL CFD Jl. Pahlawan menunggu pengundian lapak jualan Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran di Asrama Haji, Rabu (31/7 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
31 Juli 2019 23:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Para pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya berjualan di car free day (CFD) Jl. Pahlawan, Kota Madiun, harus pindah ke Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran. 

Hal itu menyusul kebijakan penutupan CFD Jl. Pahlawan mulai Minggu (4/8/2019) mendatang. Namun demikian, pemindahan itu menyisakan persoalan karena ada 300 pedagang yang tak kebagian tempat di Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran. 

Ratusan pedagang itu akan dimasukkan daftar tunggu pedagang yang bisa berjualan di Sunday Market. Area Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran hanya mampu menampung sekitar 640 pedagang. Padahal, jumlah pedagang CFD Jl. Pahlawan mencapai 900 orang. 

Pembagian lapak pedagang di Sunday Market dilakulan Pemkot Madiun pada Rabu (31/7/2019) siang di Asrama Haji Madiun. Pembagian lapak itu dilakukan lewat pengundian. 

Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan lokasi Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran hanya mampu menampung sekitar 640 pedagang. Dengan demikian ada 300-an pedagang yang terpaksa masuk daftar tunggu. 

"Sebenarnya daya tampung di Taman Lalu Lintas Bantaran ini bisa sampai 800 pedagang. Tapi itu nanti akan memakan fasilitas umum seperti jalan. Untuk tahap awal ini ya bisanya menampung 640 pedagang dulu," kata dia di sela-sela pembagian lapak pedagang Sunday Market. 

Maidi menuturkan pedagang yang belum mendapat tempat diharapkan bersabar terlebih dahulu. Nantinya, Pemkot Madiun akan menyediakan lokasi seperti di Embung Pilangbango, Taman Josenan, atau lokasi lain. 

Dia menegaskan untuk pedagang yang sembarangan membuang sampah akan ditindak tegas dan tidak boleh berjualan lagi. Lapak yang ditinggal itu nantinya bisa ditempati pedagang di daftar tunggu. 

Maidi menuturkan pedagang yang masuk dalam daftar tunggu itu termasuk pedagang yang tidak konsisten berjualan di CFD. Rata-rata pedagang tersebut merupakan pedagang dari luar kota. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Gaguk Hariyono, mengatakan pemerintah telah menginventarisasi pedagang CFD Jl. Pahlawan. Data pedagang itu digunakan untuk pemberian lapak. Ternyata belum semua pedagang yang terakomodasi. 

Namun, ia berkilah pedagang yang tidak terakomodasi itu merupakan pedagang dari luar kota. "Mereka itu hanya pedagang kaget. Artinya mereka berjualan sebentar di CFD kemudian pindah ke Pasar Joyo. Yang seperti itu, mohon maaf, tidak bisa diakomodasi," jelas dia. 

Proses pembagian lokasi jualan, kata Gaguk, akan diundi dan para pedagang akan mendapatkan lapak sesuai undian sehingga tidak ada anggapan pedagang yang diprioritaskan.