Festival Topeng Internasional Jadi Sarana Populerkan Ponorogo

Penari Meksiko menampilkan tarian khas negaranya dalam Festival Topeng dan Folklore International di Alun-alun Ponorogo, Selasa (30/7 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
31 Juli 2019 12:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Masyarakat Ponorogo, Jawa Timur, selama empat hari, Sabtu-Selasa (27-30/7/2019), dihibur dengan beragam kesenian dan budaya dari berbagai negara dalam Festival Topeng dan Folklore International.

Ada tujuh negara yang andil dalam kegiatan yang baru kali pertama diselenggarakan Pemkab Ponorogo itu, yakni Uzbekistan, Korea Selatan, Rusia, Meksiko, Ekuador, Slovakia, dan Timor Leste. Selain kesenian dari luar negeri, juga ditampilkan kesenian dari Indonesia terutama reog Ponorogo.

Selama festival berlangsung, setiap negara menampilkan kesenian khususnya tari untuk ditunjukan kepada publik di Ponorogo. Beragam kesenian unik dari masing-masing negara itu pun menjadi penghibur masyarakat.

Pada saat penutupan festival itu, Selasa malam, ribuan orang tumpah ruah di Alun-alun Ponorogo untuk menyaksikan aksi para delegasi masing-masing negara.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, menyampaikan ini merupakan agenda internasional pertama yang diselenggarakan Pemkab Ponorogo. Dalam festival ini, ada tujuh negara yang ikut unjuk gigi dalam kegiatan itu.

Melalui kegiatan ini, kata Ipong, diharapkan bisa menjadi sarana untuk mengenalkan Ponorogo ke dunia luar.

"Tentu dampaknya tidak bisa langsung dinikmati sekarang. Tapi minimal ini untuk lebih mengenalkan Ponorogo di dunia internasional," kata Ipong Muchlissoni seusai penutupan Festival Topeng dan Folklore International.

Bupati menyampaikan selama pelaksanaan festival ini berjalan baik dan lancar. Menurutnya, tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan festival berlangsung. Ribuan masyarakat juga bisa menikmati dan mengetahui kesenian dan budaya luar secara langsung. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya