Inka Ungkap Sejumlah Pemda Ajukan Permintaan Bikin Kereta LRT

Pekerja mengelas salah satu kereta di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jumat (26/7 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
27 Juli 2019 17:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kota-kota besar di Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan transportasi massal kereta Light Rail Transit (LRT). Bahkan pemerintah daerah di kota-kota besar itu meminta kepada PT Inka untuk mau membuatkan kereta LRT.

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro mengatakan sejumlah daerah yang telah mengajukan permintaan LRT adalah Surabaya, Bandung, dan Medan. Pemda di kota-kota besar itu berharap rangkaian kereta LRT bisa beroperasi di wilayahnya.

Hal ini karena LRT bisa menjadi moda transportasi massal yang mampu mengurangi kemacetan di jalanan kota besar. "LRT ini dianggap lebih efisien untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya di PT Inka Madiun, Jumat (26/7/2019).

Namun, kesulitan dari pemerintah daerah yakni persoalan pendanaan. Karena investasi di bidang ini membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Untuk itu, Presiden dan Menteri BUMN meminta kepada sinergi BUMN untuk membantu pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan kemacetan.

Dalam aturan, pemda tidak diperbolehkan membeli kereta dan menjadi operator transportasi massal itu. Justru perusahaan daerah atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang boleh mengelola transportasi itu.

Budi mencontohkan Pemkab Bojonegoro melalui BUMD di daerah itu yang akan membeli kereta di PT Inka. "Aturannya memang seperti itu, infrastruktur disediakan pemerintah dan sarananya oleh operator," kata dia.

Budi menuturkan kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, hingga Medan lebih cocok menggunakan LRT dibandingkan MRT atau KRL. LRT biayanya lebih murah dibandingkan MRT baik secara sarana maupun prasarananya.

LRT Palembang

Kereta LRT merupakan produk kereta berteknologi terbaru yang diproduksi PT Inka. Pertama kali PT Inka memproduksi LRT yaitu di Palembang. Kereta listrik itu digunakan untuk mendukung kompetisi olahraga internasional Asian Games Juli 2018 lalu.

Dirut PT Inka menyampaikan saat awal-awal pengoperasian LRT di Palembang memang sempat mengalami kendala yaitu mogok saat beroperasi. PT Inka mencatat LRT Palembang sempat mogok dua kali saat masih uji coba kereta itu. Namun, setelah perbaikan-perbaikan yang dilakulan, saat ini tidak terdengar lagi adanya kendala mogok di LRT Palembang.

"LRT itu memiliki teknologi baru. Car body menggunakan aluminium. Cara mengelasnya juga berbeda. Saat itu Presiden juga mengapresiasi LRT pertama yang diproduksi anak bangsa," jelas dia.

Setelah LRT Palembang sukses meluncur, kata dia, saat ini pemerintah melalui PT KAI memesan LRT Jabodebek. LRT tersebut diklaim lebih canggih dari LRT Palembang. Salah satunya, LRT Jabodebek bisa beroperasi tanpa masinis.

"Untuk LRT Palembang itu kan pengadaannya sekaligus termasuk perawatan. Yang memang dilaksanakan PT Inka. Bahan-bahan pembuatan LRT juga banyak yang import sehingga suku cadangnya harus kita siapkan dengan baik," ujar dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya