Kekeringan di Pacitan Meluas Hingga 49 Desa, 2 Di Antaranya Kritis

ilustrasi kekeringan. (Solopos/Dok)
27 Juli 2019 05:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PACITAN -- Bencana kekeringan di Kabupaten Pacitan meluas pada musim kemarau 2019 ini. Saat ini ada 49 desa di kabupaten pesisir pantai selatan ini yang mengalami krisis air bersih dan dua di antaranya kering kritis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Didik Alih Wibowo, mengatakan jumlah desa yang mengalami kekeringan tahun ini melonjak dibanding tahun sebelumnya.

Pada musim kemarau tahun ini ada 49 desa yang mengalami krisis air bersah. Padahal tahun sebelumnya hanya 45 desa yang terdampak.

Sebanyak 49 desa tersebut tersebar di delapan kecamatan seperti Kebonagung, Tulakan, Bandar, Pringkuku, Pacitan, Ngadirojo, hingga Sudimoro. Sedangkan wilayah yang mengalami kering kritis yaitu Sudimoro dan Ngadirojo.

"Ada 49 desa yang mengalami kekeringan. Untuk itu kami saat ini terus mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan," kata dia, Kamis (25/7/2019).

Didik menuturkan BPBD telah menyalurkan air bersih sejak Juni lalu. Total BPBD telah mendistribusikan sekitar 100 tangki air bersih ke seluruh desa yang kekurangan air bersih.

"Kami mendistribusikan air bersih ini secara berkala karena luasnya wilayah," kata dia.