101 Ha Sawah di Kabupaten Madiun Terancam Gagal Panen

Ilustrasi sawah kering saat musim kemarau. (Bisnis/Rahmatullah)
26 Juli 2019 10:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Seratusan hektare (ha) sawah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun 2019, sehingga terancam gagal panen. Sebab, sumber air untuk irigasi sawah kian menyusut.

Kabid Hortikultura Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Madiun Sumanto mengatakan total luas lahan pertanian di Madiun mencapai 32.000 hektare. Dari jumlah tersebut, ungkap dia, terdapat lebih dari 101 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan

"Potensi kekeringan masih didominasi kawasan lereng Gunung Wilis. Yaitu, Kecamatan Dagangan, Kare, dan Gemarang," ujar Sumanto kepada wartawan di Madiun, Kamis (25/7/2019).

Dia menjelaskan potensi kekeringan lahan pertanian akan semakin meluas selama kemarau berlangsung. Apalagi, musim kemarau belum mencapai puncaknya.

Untuk mengatasi dampak lebih besar, ia mengimbau petani lebih efisien bercocok tanam dan tidak memaksakan tanam padi. Sumanto menyarankan petani bisa menanam tanaman palawija sebagai selingan saat musim kemarau.

Sumanto menerangkan volume air di tiga waduk di Kabupaten Madiun akhir-akhir mulai menyusut hingga di bawah batas zona standar. Sehingga, untuk mengantisipasi kemarau yang bisa saja mundur dari perkiraan, petani diharapkan beralih ke palawija untuk musim tanam selanjutnya (MK II).

Dia menyebut kekeringan terjadi hampir di seluruh daerah di Pulau Jawa. Saat musim kemarau, urai Sumanto, debit penampungan air maupun sumur dalam menyusut. Hal itu karena berkurangnya sumber air yang disebabkan minimnya penghijauan.

"Kekeringan hampir selalu terjadi saat musim kemarau berlangsung, tinggal bagaimana menyikapinya. Saya berharap semua lebih bijak dan bisa membantu penghijauan kembali," kata dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara