Perempuan di Bawah Jembatan Ponorogo Ternyata Dibunuh Kekasihnya

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Ponorogo, Kamis (25/7 - 2019). (Istimewa/Polres Ponorogo)
26 Juli 2019 04:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Misteri mayat perempuan tanpa identitas yang ditemukan di bawah Jembatan Galok, Desa/Kecamatan Sampung, Ponorogo, Selasa (23/7/2019), akhirnya terungkap.

Perempuan tersebut bernama Herfina Rahma Sari, 19, warga Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo. Herfina dipastikan merupakan korban pembunuhan dan pelakunya adalah kekasihnya sendiri.

Kasus pembunuhan tersebut berhasil diungkap aparat Satreskrim Polres Ponorogo sehari setelah mayat korban ditemukan seorang pencari rumput di Jembatan Galok. Pelakunya juga sudah ditangkap dan kini ditahan di Mapolres Ponorogo guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Ponorogo, AKBP Radiant, mengatakan kekasih sekaligus pembunuh perempuan itu bernama Joko Harmanto, 26, warga Desa Lembah, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

"Antara korban dengan pelaku ini sudah menjalani hubungan asmara sejak Februari 2019," kata Radiant kepada wartawan di Mapolres Ponorogo, Kamis (25/7/2019).

Pelaku, Joko Harmanto, yang diketahui sudah memiliki istri, diduga nekat membunuh Herfina karena sang kekasih ini mendesak Joko untuk menikahinya. Joko pun kemudian merencanakan pembunuhan tersebut.

Joko mengajak Herfina ke Telaga Sarangan, Magetan, Senin (22/7/2019) sore. Sepulangnya dari Telaga Sarangan, Selasa (23/7/2019) dini hari, keduanya berhenti di Jembatan Galok. Di lokasi itu, keduanya terlibat cekcok.

Di tengah pertengkaran itu, pelaku kemudian berpura-pura ingin kencing. "Saat pura-pura kencing itu, pelaku mengenakan sarung tangan dan dari belakang mencekik korban," ujar kapolres.

Herfina sempat melawan dan Joko mendorong tubuh perempuan itu ke bawah jembatan. Herfina dan Joko kemudian terjatuh di dasar jembatan. Saat berada di bawah jembatan itu, Joko mencekik leher Herfina dan membenturkan kepalanya ke dinding sungai hingga meninggal dunia.

"Setelah meninggal dunia, pelaku kemudian pulang ke rumahnya," jelas Kapolres dalam laporan tertulis.