Buntut Perusakan Stadion Wilis, Wali Kota Madiun Ancam Putus Kontrak Persis Solo

Pagar pembatas tribune di Stadion Wilis Madiun yang dirusak para suporter saat pertandingan Persis Solo melawan Martapura FC, Minggu (14/7 - 2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)
15 Juli 2019 19:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Aksi perusakan fasilitas di Stadion Wilis oleh suporter saat pertandingan Persis Solo melawan Martapura FC pada Minggu (14/7/2019) sore membuat Wali Kota Madiun, Maidi, meradang.

Maidi mengancam akan memutus kontrak dengan Persis Solo terkait sewa penggunaan stadion itu bila ada perusakan fasilitas lagi. Persis Solo mulai menyewa Stadion Wilis Madiun sebagai kandang sementara mereka sejak awal musim ini menyusul renovasi Stadion Manahan Solo.

Maidi menuturkan ketidakpuasan suporter terhadap hasil pertandingan memang hal wajar. Tetapi, sikap tersebut tidak perlu berlebihan hingga merusak fasilitas umum milik pemerintah.

Pemkot Madiun akan mengevaluasi kontrak dengan Persis Solo terkait sewa Stadion Wilis. "Kalau berlebihan dan merusak fasilitas umum [milik] Pemda, saya akan cut [putus] dan tidak akan mengizinkan [penggunaan Stadion Wilis oleh Persis Solo]. Kalau cara-caranya anarkistis enggak boleh," kata dia, Senin (15/7/2019).

Maidi menuturkan kerusakan fasilitas akibat kericuhan saat pertandingan menjadi tanggung jawab penyewa stadion. Hal itu masuk dalam klausul perjanjian.

Menurutnya, ketidakpuasan suporter seharusnya diekspresikan dengan sikap yang wajar. Jangan sampai merusak fasilitas milik pemerintah. Selain itu, sikap anarkistis juga bisa meresahkan masyarakat Kota Madiun.

"Kalau hanya ucapan itu masih wajar. Karena kita punya jago masing-masing. Tapi kalau enggak puasnya sampai merusak dan melukai yang lain. Itu yang enggak boleh," kata Maidi.

Seperti diketahui, laga antara Persis Solo melawan Martapura FC di Stadion Wilis sempat diskors karena adanya aksi protes suporter Persis Solo. Suporter yang duduk di tribune melakukan aksi pelemparan botol minuman ke tengah lapangan hingga merusak pagar pembatas tribune.

Aksi protes itu dipicu keputusan wasit yang menganulir gol yang diciptakan pemain Persis Solo.