Inflasi Kota Madiun Tinggi, Ini Kata Kepala BI Kediri

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Musni Hardi Kasuma Atmaja. (Istimewa/Pemkot Madiun)
10 Juli 2019 07:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Angka inflasi di Kota Madiun perlu mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Pada Juni lalu, inflasi di Kota Pecel mencapai 0,22% dan menjadi yang tertinggi ketiga se-Jawa Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri, Musni Hardi Kasuma Atmaja, mengatakan inflasi memang tidak selamanya negatif. Tetapi, inflasi perlu dikendalikan supaya kondisi perekonomian di daerah bisa stabil.

Dia menuturkan pada Juni lalu inflasi di Kota Madiun cukup tinggi yaitu mencapai 0,22%. Angka ini memang masih di bawah inflasi nasional yang mencapai angka 0.55%. Tetapi, angka inflasi di Kota Madiun merupakan yang tertinggi ketiga se-Jatim.

Menurutnya, sejumlah langkah yang diambil Pemkot untuk mengendalikan inflasi sudah tepat. Langkah itu seperti pemberian SPP dan seragam gratis yang bisa menekan biaya pendidikan.

"Penekanan juga bisa melalui mekanisme pasar, seperti dengan melakukan pendekatan kepada sejumlah pedagang luar daerah untuk menambah stok kalau barang yang dimaksud minim di Kota Madiun," kata dia saat rapat koordinasi bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun di Ruang 13 Balai Kota, Selasa (9/7/2019).

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi menuturkan inflasi Kota Madiun masih dalam taraf normal. Meski begitu, Pemkot Madiun tetap waspada karena inflasi yang tidak terkendali bisa berdampak buruk bagi perekonomian.

Menurutnya, inflasi tidak boleh terlalu tinggi karena berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat dan bertambahnya angka kemiskinan. Sebaliknya, inflasi juga tidak boleh terlalu ditekan karena bisa menyebabkan deflasi. Deflasi bisa membuat para pengusaha bangkrut.

"Berbagai upaya telah dilakukan supaya inflasi tidak meningkat drastis seperti menjaga stok kebutuhan dalam taraf aman. OPD haris memetakan tren kebutuhan meningkat pada jenis dan bulan apa. Sebelum masuk bulan tersebut stok sudah harus ditambah," jelas dia.

Lebih lanjut, wali kota meminta petani menanam tanaman tidak hanya padi, tetapi juga cabai dan bawang. Apalagi komoditas tersebut kerap menyumbang inflasi karena stoknya terbatas.

Dia berencana menyewakan lahan bengkok dengan harga murah kepada masyarakat. Dengan catatan lahan tersebut harus ditanami selain padi.