Salut, Warga Pesisir Tulungagung Swadaya Menjaga Populasi Penyu

Pesisir Pantai Sanggar di Desa Jengglungharjo, Tulungagung, salah satu pantai yang kerap dikunjungi penyu laut dewasa untuk bertelur. (Antara/Destyan Handri Sujarwoko)
06 Juli 2019 08:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Sejumlah pantai di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kerap didatangi penyu untuk bertelur. Di antaranya Pantai Ngalur, Pantai Sanggar, Pantai Jung Pakis, dan Pantai Pathuk Gebang.

Upaya menjaga populasi penyu dari ancaman perburuan liar dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sanggarria di Pantai Jung Pakis secara swadaya. Caranya, anggota komunitas mencari dan menaruh telur-telur penyu di tempat yang aman dari pemburu.

Saat mencari telur penyu dua pekan lalu, tim Pokdarwis Sanggarria tidak sengaja menemukan cangkang atau karapaks penyu hijau (Chelonia mydas) berukuran panjang sekitar satu meter dan lebar 70-an cm tertutup pasir dan dedaunan kering di pinggiran hutan lindung pesisir Pantai Jung Pakis.

"Saat ditemukan, kondisinya setengah terpendam tapi tidak tebal," kata Ketua Pokdarwis Sanggarria Lego Riyanto, Senin (1/7/2019).

Pada karapaks yang sepertinya sengaja dipendam di pinggir hutan lindung kawasan pesisir Pantai Jung Pakis itu, Lego Riyanto dan rekan-rekannya menemukan bekas sayatan, dan menduga binatang itu merupakan korban pemburu penyu.

"Melihat bekas sayatannya, pelaku ini sepertinya tidak paham betul tata cara menguliti dan menyayat daging penyu," kata Sumarli, anggota Pokdarwis Sanggarria yang menyimpan karapaks penyu untuk dijadikan bukti jejak pembantaian satwa terancam punah.

Dia menambahkan beberapa tahun lalu warga juga menemukan satu penyu hijau dewasa yang mati di Pantai Ngalur, tak jauh dari Pantai Sanggar maupun Jung Pakis. Bangkai penyu itu ditemukan dalam kondisi tanpa kaki.

Lego dan anggota Pokdarwis Sanggarria lainnya mengaku tidak tahu siapa yang memburu penyu hijau yang terancam punah tersebut.

Menurut mereka, warga Desa Jengglungharjo sudah menyadari pentingnya konservasi satwa liar dan justru marah jika ada orang yang berburu penyu ataupun telur penyu.

Namun upaya Pokdarwis Sanggarria itu mengalami kendala karena pantai yang sering menjadi tempat pendaratan dan tempat bertelur penyu lokasinya cukup jauh dari pemukiman penduduk. Akibatnya, anggota Pokdarwis tidak bisa terus menerus mengawasi populasi penyu di sana.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara