Penderita Hepatitis A di Pacitan Tembus 1.021 Orang, Dinkes Enggan Berspekulasi

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono (Detikcom)
05 Juli 2019 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PACITAN -- Penyebab penyebaran virus Hepatitis A yang mewabah di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, diduga berasal dari sumber air minum warga. Namun pihak Dinas Kesehatan Pacitan enggan berspekulasi terkait hal itu.

Hingga Kamis (4/7/2019), penderita hepatitis A yang terlaporkan mencapai 1.021 orang. Dari jumlah itu 539 orang berasal dari wilayah Puskesmas Sudimoro. Berikutnya Ngadirojo 184 orang, Sukorejo 100 orang, Tulakan 70 orang, Wonokarto 54 orang, Arjosari 34 orang, Bubakan 27 orang dan Tegalombo 6 orang. Adapun 1 penderita lain ditemukan di Kecamatan Bandar. 

Dilansir Detikcom, air dari resapan sungai menjadi andalan sebagian warga Kecamatan Sudimoro, Pacitan, untuk memenuhi kebutuhan air minum saat musim kemarau. Kebiasaan itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan warga tak merasakan gejala apapun.

Dengan banyaknya warga yang dinyatakan positif terpapar virus Hepatitis A beberapa waktu terakhir, sumber air buatan warga itu mendadak jadi buah bibir. Dugaan pun mengarah pada kontaminasi jasad renik pada air yang dikonsumsi warga.

"Kalau fisiknya kemarin saya lihat itu bagus. Jernih, tidak berbau. Mungkin karena sudah dibersihkan ya. Tapi bakteriologisnya kemarin masih jelek," kata Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Eko Budiono saat berbincang dengan detikcom, Kamis (4/7/2019).

Indikator terhadap kualitas air, lanjut Eko, dilihat berdasarkan kadar bakteri E-Coli di dalamnya. Sebelum dilakukan klorinasi, indeks bakteriologisnya mencapai 2.400/100 ml. Padahal ambang batasnya adalah 50/100 ml.

Eko menegaskan secara teori virus sangat sulit ditemukan di air sungai. Virus Hepatitis A hanya akan ditemukan di tubuh orang yang mengidapnya. Tetapi dia menegaskan konsumsi air yang tidak sehat tetaplah berpotensi memicu serangan beragam penyakit.

"Kami beranggapan dengan E-coli yang tinggi tidak menutup kemungkinan virus Hepatitis A-nya ada juga di situ," jelas dia.

Eko menegaskan pihaknya berkonsentrasi pada dua langkah utama. Yakni memastikan air yang didistribusikan kepada warga bebas dari bakteri dan virus. Ini dilakukan dengan pemberian kaporit. Berbarengan dengan itu kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga terus digalakkan.

"Dan yang terus kita gencarkan adalah sosialisasi agar masyarakat membiasakan diri memasak air sampai benar-benar mendidih dalam tempo minimal 5 menit sebelum digunakan memasak makanan," pungkasnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom