Ahli IT Sebut Smart City Tak Sekadar Beri Wifi Gratis

Pakar bidang teknologi informasi atau IT Indonesia, Marsudi Wahyu Kisworo. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Juli 2019 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kota Madiun, Jawa Timur, merupakan salah satu dari 100 daerah di Indonesia yang akan menerapkan smart city. Menurut pakar bidang teknologi informasi atau IT Indonesia, Marsudi Wahyu Kisworo, upaya mewujudkan smart city bukan hanya persoalan menyediakan fasilitas akses internet gratis untuk warga.

Lebih dari itu, ungkap Marsudi, masyarakatnya juga perlu dipersiapkan untuk menjadi lebih smart.

Profesor IT yang menjadi saksi ahli KPU saat sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu itu juga mengkritik kebijakan Pemkot Madiun yang telah memasang wifi gratis sampai di tingkat RT se-Kota Madiun. Menurutnya, pemberian fasilitas akses internet gratis ternyata hanya dimanfaatkan anak-anak untuk bersosial media dan main game online.

"Lihat saat ini wifi gratis yang dipasang di setiap RT, banyak yang digunakan untuk game. Kasus pemasangan wifi gratis ini memang pemerintah melaksanakan kewajibannya. Tapi orang tua juga harus mengajarkan anaknya supaya bisa memanfaatkan wifi gratis dengan baik," jelas dia kepada wartawan seusai mengisi Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City Kota Madiun, Kamis (4/7/2019).

Marsudi menuturkan kebanyakan orang salah paham mengenai smart city. Dia menekankan smart city bukan hanya soal pemberian fasilitas internet gratis. Tetapi, bagaimana pemerintah dan masyarakat memanfaatkan kecerdasannya untuk mengelola sebuah kota.

Mengenai anggaran yang dibutuhkan, kata dia, membangun kota menjadi smart city memang tidak murah. Pemerintah perlu menyediakan anggaran yang cukup besar untuk menjadikan smart city.

Dia menuturkan rata-rata anggaran yang dibutuhkan untuk membangun smart city yakni mencapai Rp2 triliun. Contohnya seperti di Kota Makassar pembangunan smart city mencapai angka Rp6 triliun.

"Anggaran itu tidak harus dari APBD semua. Bisa mencari anggaran dari kemitraan pihak swasta dan ada juga bantuan dari pemerintah pusat," jelas profesor yang telah membimbing smart city kota-kota besar di Indonesia.

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan pemkot komitmen untuk membawa perubahan yang cepat dan lebih baik bagi Kota Madiun. Ia mengajak seluruh OPD dan masyarakat untuk membantu merealisasikan cita-cita tersebut.

"OPD harus tanggap dengan perubahan. Cek perkembangan di luar untuk membangun Kota Madiun," kata Maidi.

Dia menuturkan smart city merupakan jembatan untuk menuju kota andalan. Sehingga penerapan konsep smart city dapat berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya