Anak Balita Ponorogo Tercemplung Panci Air Panas Meninggal di RS

Ilustrasi balita meninggal (Reuters)
04 Juli 2019 15:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Anak balita asal Ponorogo, Jawa Timur, yang tercemplung ke dalam panci berisi air mendidih, Arif Nur Hasan, meninggal dunia. 

Putra pasangan Misdi, 52, dan Sulatih, 31, yang tinggal  di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, itu sudah dibawa dan dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo sejak Rabu (29/5/2019).

Hampir separuh tubuh Arif mulai dari dada ke bawah melepuh. Berbagai perawatan sudah dilakukan oleh pihak rumah sakit. Bahkan Arif sudah menjalani enam kali operasi.

Bocah berusia 18 bulan itu mengembuskan napas terakhir setelah sebelumnya kondisinya kritis.

"Sejak dua hari kemarin sudah kritis," tutur Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. Harjono Siti Nurfaidah kepada Detikcom saat ditemui di kantornya, Jalan Ponorogo-Pacitan, Kamis (4/7/2019).

Siti Nurfaidah mengatakan perawatan lain yang dilakukan oleh tim medis dengan mengidentifikasi jenis kuman, bakteri serta penyakit yang ada di luka bakar pasien supaya pengobatan antibiotik tepat.

"Juga dilakukan perbaikan keadaan umum dengan transfusi sebanyak 4 kali dan penambahan albumin sebanyak 5 kali dilakukan oleh dokter yang merawat," terang Siti.

Sebelum kondisi Arif kritis, pihak rumah sakit sempat menyarankan untuk dilakukan rujukan ke rumah sakit lain. Namun karena pihak keluarga masih mempertimbangkan, kondisi Arif kembali kritis.

"Pas sudah drop, tidak bisa dirujuk ke rumah sakit lain. Posisi terakhir tadi masih dipuasakan, kan kondisinya naik turun," tukasnya.

Dia menjelaskan luka bakar yang dialami Arif mencapai 48 persen derajat 2. Pihak rumah sakit sudah mengedukasi keluarga, kalau ada kasus anak yang mengalami luka bakar diatas 30 persen peluangnya hanya 50:50.

"Sebisa mungkin kita sudah edukasi ke kedua orang tua, kondisi balita Arif seperti apa. Kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin," tandas dia.

Arir tercemplung panci berisi air panas pada Selasa (28/5/2019) di dapur rumah. Saat itu Arif hendak mengambil makanan di atas meja. Karena baru belajar berjalan, Arif pun secara tak sengaja menyenggol panci berisi air panas. Panci tersebut biasa digunakan untuk air minum keluarganya.

"Posisinya saya mau berbuka. Terus saya dengar suara anak saya nangis. Saya lihat sudah nyemplung ke panci, saya langsung angkat terus saya bawa ke bidan untuk berobat," tutur Misdi, ayah korban, Kamis (30/5/2019) lalu.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom