Lapak PKL Dibongkar demi Pengembangan Stasiun Jombang

Petugas menertibkan lapak PKL di kawasan Stasiun Jombang, Kamis (4/7 - 2019). (Istimewa/Daops VII Madiun)
04 Juli 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, JOMBANG -- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Stasiun Jombang, Jawa Timur, ditertibkan oleh PT KAI Daops VII Madiun, Kamis (4/7/219). Penataan PKL dilakukan karena akan ada pengembangan di Stasiun Jombang.

Manager Humas PT KAI Daops VII Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan ada sejumlah lapak PKL di kawasan Stasiun Jombang yang ditertibkan. Penertiban PKL ini melibatkan kepolisian, Koramil, dan Satpol PP setempat.

Dia menuturkan pihaknya telah mengingatkan enam PKL tersebut untuk pindah karena berada di kawasan milik PT KAI yang akan digunakan untuk pengembangan stasiun. Namun, mereka berkukuh tidak mau bergerak hingga akhirnya petugas melakukan penertiban.

"Lahan yang mereka tempati itu adalah milik PT KAI Daops VII. Ini sesuai dokumen data Grondkaart No. 19 tahun 1939 dan sertifikat No. 15 tahun 1997. Kami sudah sampaikan jauh-jauh hari dan kami pun dengan iktikad baik melakukan pendekatan persuasif," jelas Ixfan saat dihubungi Madiunpos.com, Kamis.

Dia menuturkan pengembangan Stasiun Jombang harusnya selesai sebelum Lebaran 2019. Namun, karena ada kendala salah satunya masih adanya lapak PKL sehingga pembangunan mundur.

Mundurnya pengerjaan itu membuat pelayanan penumpang di Stasiun Jombang terganggu pada saat masa angkutan Lebaran. Area dan akses parkir keluar stasiun terhalang dengan lapak PKL.

"Kemarin parkirannya meluber sepanjang jalan depan stasiun. Kondisi tersebut kurang baik untuk estetika pelayanan. Selain itu potensi bahaya bagi calon penumpang karena banyak bus atau kendaraan lainnya yang melintas dengan kecepatan yang cukup tinggi," jelas dia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya