Jatim Inflasi Saat Lebaran 2019 karena Emas dan Angkutan

Ilustrasi perhiasan (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
02 Juli 2019 00:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Komoditas perhiasan emas dan tarif angkutan darat (antarkota/provinsi dan kereta) menjadi pemicu laju inflasi ekonomi di Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada momen Lebaran Juni 2019 sebesar 0,13% terhadap Mei 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono mengatakan seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya, kecenderungan masyarakat menginginkan tampilan yang berbeda dengan menggunakan emas perhiasan.

Kondisi itu membuat harga emas terkerek naik sekitar 3,28% dan menyebabkan kelompok sandang ini menyumbang inflasi 0,94%.

“Begitu juga dengan angkutan antarkota seperti bus dan kereta api yang menyumbang inflasi 0,49% dengan perubahan tarif yang naik 9,15% karena di awal Juni 2019 itu kan orang sudah mulai melakukan mudik Lebaran,” jelasnya saat paparan Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (1/7/2019).

Menurutnya inflasi Juni 0,13% atau tahun kalender Januari-Juni 2019 sebesar 1,16% itu disebut masih terendah dibandingkan Juni pada 3 tahun sebelumnya. Pada Januari-Juni 2018 inflasi Jatim masih 1,61%, dan periode sama 2017 sebesar 2,97%.

“Setiap Ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah selalu melakukan antisipasi untuk menekan laju harga dengan berbagai cara seperti menggelar operasi pasar, menyiapkan pasokan kebutuhan pokok makanan agar pasar tidak panik. Untuk itu kelompok bahan makanan ini mampu menekan inflasi kita,” jelasnya.

Adapun komoditas lainnya yang menjadi penyebab inflasi Jatim Juni yakni cabai merah, kendaraan rental, buah pir, kacang panjang, daging ayam kampung, kentang, dan kelapa.

Sedangkan 10 komoditas lain yang telah berperan menekan laju inflasi atau mengalami deflasi yakni bawang putih turun harga -17,73%, disusul daging ayam ras -6,12%, lalu telur ayam ras -4,86%, serta bawang merah, tomat sayur, angkutan udara, telur ayam kampung, snack, besi beton dan udang basah.

Teguh menambahkan dari 8 kota yang menjadi pantauan BPS, hanya 2 kota yang mengalami deflasi yakni Malang 0,17% dan Jember 0,15%. Sedangkan 6 kota lainnya mengalami inflasi dan yang tertinggi adalah Probolinggo 0,48%.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com