Pemprov Jatim Bangun 1.367 Instalasi Listrik Tenaga Surya di Madura

Ilustrasi belajar tanpa listrik. (Antara/M. Hamzah)
27 Juni 2019 00:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat di Kepulauan Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi setempat. Tahun ini, Pemprov Jatim membangun 1.367 unit listrik tenaga surya hemat energi (LTSHE) di Kepulauan Madura.

Hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Jatim yang masih sekitar 98%.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Setiajit, mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran untuk sambungan dan instalasi listrik bagi 15.000 rumah tangga miskin di Jatim tahun ini.

“Selain itu, kita juga bangun LTHSE terutama di wilayah kepulauan Madura, juga termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) oleh PLN di enam pulau terpencil karena di sana rasio elektrifikasinya masih rendah,” kata Setiajit seusai seminar PLN Multi Stakeholder Forum 2019, Rabu (26/6/2019).

Dia menjelaskan satu unit LTSHE memiliki kapasitas 60 watt yang harganya Rp4 juta–Rp8 juta/unit. Listrik bertenaga matahari itu juga menggunakan baterai yang diperkirakan memiliki usia 2,5 tahun sehingga warga penerima bantuan LTSHE perlu menabung sedikitnya Rp1.000/hari.

“Upaya ini penting karena dengan listrik masyarakat bisa melakukan usaha apa pun bahkan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dibutuhkan listrik, yang terjadi di pulau-pulau belum ada listrik itu jam 7 malam mereka sudah tidur tidak bisa belajar atau mengaji,” katanya.

Berdasarkan Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah rumah tangga miskin (RTM) di Madura yang belum teraliri listrik sebanyak 107.518 RTM, yang terdiri atas Sampang 40.354 RTM, Pamekasan 26.139 RTM, Bangkalan 25.687 RTM, dan Sumenep 15.338 RTM.

GM PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jatim, Bob Saril, menambahkan tantangan besar dalam meningkatkan rasio elektrifikasi saat ini bukan lagi soal pembangunan infrastruktur, justru tantangan ke depan adalah kemampuan dari masyarakat untuk melakukan pemasangan sambungan listrik.

“Nah kalau jaringan sudah dibangun tapi ternyata ada masyarakat tidak mampu inilah yang membutuhkan peran pemerintah atau swasta supaya masyarakat ini mendapatkan bantuan pemasangan sambungan listrik apakah itu lewat dana CSR atau dana lainnya,” ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis.com