PMK Ponorogo Butuh Mobil Damkar Baru, Ini Sebabnya

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
21 Juni 2019 00:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran ditingkatkan saat musim kemarau. Namun Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Ponorogo, Jawa Timur, masih mengalami kendala dalam menghadapi ancaman kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

PMK Ponorogo masih kekurangan mobil damkar. Dari tiga mobil yang ada, hanya dua di antaranya yang bisa difungsikan.

"Dua armada itu pun usianya sudah 17 tahun, harusnya sudah diregenerasi," kata Kasatpol PP Supriyadi saat dihubungi Detikcom, Kamis (20/6/2019).

Pria yang akrab disapa Pri itu menambahkan satu mobil damkar tidak bisa dioperasikan karena rusak. Mobil keluaran tahun 1983 itu bahkan tidak bisa diperbaiki lagi.

"Padahal cakupan Ponorogo itu kan luas terutama untuk tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan Ngebel, Pudak, Sooko, Ngrayun, Slahung, Bungkal, dan Sawoo. Kami tidak bisa cover," imbuhnya.

Dia menambahkan jumlah dan usia armada menjadi masalah bagi PMK dalam menangani kebakaran-kebakaran yang terjadi di Ponorogo. Menurutnya, idealnya Ponorogo memiliki empat mobil damkar terbaru.

Sebab, jelas Pri, response time PMK berkisar 15-20 menit. Dengan hanya dua mobila, PMK kesulitan untuk mencakup wilayah Ponorogo di pegunungan.

"Harusnya ada tambahan dua mobil damkar baru yang isi tangki 3-6 ribu liter di kisaran harga Rp2 M," jelasnya.

Pri mengaku sudah mengusulkan pengadaan APAR  atau alat pemadam api ringan yang harus dimiliki di tiap kantor desa melalui dana APBdes.

"Itu salah satu cara untuk mengatasi kebakaran di wilayah yang jauh dari cakupan kami," paparnya.

Selain itu, Pri bakal melakukan pelatihan relawan untuk mengatasi bencana kebakaran yang berada di masing-masing kecamatan.

"Petugas saat ini ada 42 orang. Kalau nanti jadi tambah armada, tiap armada butuh 15 orang," tambahnya.

Pri berharap kesadaran masyarakat terhadap sumber api terus ditingkatkan. Sebab, pada 2018 ada 77 kasus kebakaran yang ditangani PMK.

"Seperti arus pendek listrik, sumber api harus diwaspadai, terutama di kawasan permukiman. Masyarakat harus berhati-hati," pungkasnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom