Bupati Ipong Wajibkan Desa di Ponorogo Gelar Reog Tiap Tanggal 11

Tarian Reog Ponorogo dalam pembukaan Grebeg Suro 2018 di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (1/9 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
20 Juni 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni geram karena tidak semua desa di wilayahnya rutin menggelar tari reog. Untuk itu, bupati mewajibkan setiap desa untuk menggelar tari reog pada tanggal 11 setiap bulannya.

Kebijakan mewajibkan setiap desa untuk menggelar tari reog ini untuk meningkatkan gairah pelestarian seni reog di Ponorogo yang menjadi tempat kelahiran seni tradisional tersebut.

Ipong menuturkan kebijakan ini akan mulai diterapkan pada bulan Juli 2019. Kegiatan berkesenian reog serentak digelar pada tanggal 11 setiap bulannya.

"Ini untuk mengetahui kinerja kesenian dari masing-masing desa yang pernah mendapat bantuan dana untuk kesenian reognya," kata bupati dalam siaran pers yang dikutip Madiunpos.com, Rabu (19/6/2019).

Menurut Bupati Ipong, gelaran tari reog secara serentak menjadi bukti dana kesenian yang diminta warga telah membuahkan hasil nyata.

“Kalau secara SPj (surat pertanggungjawaban atas bantuan yang diterima), secara administrasi sudah ada reognya, atau gamelannya atau lainnya sesuai permohonan yang diajukan. Ini bukan soal keuangan, tapi soal pelestariannya,” jelas dia.

Ipong menilai selama ini pengembangan seni reog masih stagnan. Bahkan bisa dikatakan tidak ada perkembangan sama sekali. Seniman yang memainkan reog dinilai tidak bertambah. Pembarong juga diperkirakan tidak sampai 40 orang.

"Yang main reog ya itu-itu saja. Katanya Ponorogo ini tempat asalnya reog. Tapi grup yang tampil dalam berbagai kegiatan tidak lebih dari 100 grup reog," ujar bupati.

Ipong menegaskan bantuan untuk permohonan reog atau melengkapi alatnya sudah dipenuhi. Namun dalam pemanfaatan tidak terpantau.

Kegiatan reog serentak ini akan dipantau oleh pemerintah. Bila dari 307 desa dan kelurahan masih ada yang tidak bermain reog maka bisa ditemukan akar masalahnya.

Jika permasalahannya kesulitan tidak ada pemain, maka akan ada pelatihan untuk mendidik para pemain di desa tersebut. Sehingga nantinya akan muncul langkah-langkah untuk memunculkan jatil, pembarong, penyompret, dan lainnya.

Keaktifan desa yang menggelar reog rutin akan mendapat penilaian dan menunjukkan kinerja yang baik. Saat ada desa yang tidak bisa menunjukkan kegiatan reog ini maka akan ada program yang dikurangi.

“Inilah yang akan membedakan penilaian kinerja satu desa dengan desa yang lainnya. Akan masuk penilaian terhadap desa," kata dia.

Bupati Ipong menyampaikan bantuan dana kesenian yang diberikan pemkan mencapai Rp1 miliar untuk satu tahun. Bantuan keuangan ini diberikan kepada sekitar 50 desa. Bantuan tersebut sudah diberikan berjalan lima tahun terakhir. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya