Mendak Madiun Masuk Nomine Desa Terbaik Jatim Berkat Watu Rumpuk

Pengunjung berfoto di salah satu spot foto di wana wisata Watu Rumpuk, Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
19 Juni 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Desa Mendak dengan wisata alam Watu Rumpuk masuk dalam nomine empat terbaik lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Provinsi Jawa Timur. Desa Mendak merupakan salah satu desa di Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Kepala Desa Mendak, Nur Cholifah, bersyukur Wisata Alam Watu Rumpuk bisa masuk dalam nomine empat besar bersama desa wisata lainnya dari Pacitan, Ponorogo, dan Banyuwangi. Ia mengaku optimistis Watu Rumpuk bisa menjadi yang terbaik dalam lomba BBGRM Pemprov Jatim.

"Kemarin tim BBGRM Jatim baru melakukan penilaian lapangan di Watu Rumpuk. Saat ini belum ada pengumuman siapa yang menang. Kami optimistis bisa menjadi juara. Karena ini juga akan membawa nama baik Madiun," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Rabu (19/6/2019).

Ifa menuturkan pihaknya mengandalkan kawasan wisata Watu Rumpuk dan inovasi taman cokelat. Sehingga wisatawan yang datang selain bisa menikmati keindahan alam juga bisa belajar tentang buah cokelat.

Lomba BBGRM ini diawali dengan lomba di tingkat kabupaten. Desa Mendak dengan Wisata Watu Rumpuk mampu menyisihkan 198 desa lain di Kabupaten Madiun. Selanjutnya, Desa Mendak, dikirim ke tingkat provinsi.

Kades perempuan ini menjelaskan ada empat hal yang dinilai oleh tim yaitu bidang kemasyarakatan bidang ekonomi, bidang lingkungan hidup, dan bidang sosial budaya. Semua indikator tersebut dinilai, termasuk juga partisipasi masyarakat di bidang penggerakkan ekonomi.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menuturkan pemberdayaan akan berujung pada kemandirian. Sehingga seluruh masyarakat yang mendapatkan bantuan dari pemkab diharuskan mandiri.

"Jadi yang kita berikan tidak total, hanya stimulus atau pemicu yang akan ditangkap oleh masyarakat dan disambut dengan gotong royong," ujarnya.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menuturkan masyarakat Desa Mendak sangat menjaga tradisi gotong royong baik dalam pembangunan fisik maupun moral. Tim dari Jatim menilai semangat kegotong royongan masyarakat desa setempat.

"Saat ini Alokasi Dana Desa (ADD) dinaikkan menjadi 20% untuk desa, jalur-jalur sampai bawah saling bergandeng tangan untuk menuju Watu Rumpuk itu menjadi domain dari desa. Untuk domain kabupaten akan ada kajian lebih lanjut untuk akses jalan," jelas bupati. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya