Layanan Pengambilan Pin PPDB SMA di Jatim Buka Lagi Sabtu

Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono memantau layanan pengambilan pin PPDB di SMA Negeri 18 Surabaya, Senin (3/6 - 2019). (Antara/Willy Irawan)
06 Juni 2019 07:20 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA —  Dinas Pendidikan Jawa Timur menutup sementara layanan pengambilan pin Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) sekolah menengah atas di seluruh Jatim seirig datangnya libur Lebaran 2019. Layanan itu dipastikan sudah kembali dibuka Sabtu-Minggu (8-9/6).

Plt Kepala Disdik Jatim Hudiyono saat melihat proses pengambilan pin PPDB di SMAN 18 Surabaya, Senin (3/6/2019), mengatakan pihaknya berusaha tetap fokus pada pelayanan pin PPDB sebelum dan sesudah Lebaran. Pelayanan pengambilan pin PPDB tetap berjalan Selasa (4/6/2019) lalu, namun diliburkan saat Lebaran dan bakal kembali dibuka Sabtu dan Minggu hingga ditutup 20 Juni 2019.

"Sudah kami hitung perkiraan yang ambil pin kalau seperti tahun lalu 300.000 anak, dan sekarang sudah 70%. Waktunya masih lama pengambilan pin, selama libur Lebaran masih bisa ambil jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.

Ia mengungkapkan dibukanya loket pengambilan pin di tiap daerah berbeda jumlahnya. Tergantung jumlah masyarakat yang belum mengambil pin di daerah tersebut. "Di Kediri semua sekolah masih buka, di Jember cuma beberapa seperti di Surabaya ini. Tergantung di daerah itu berapa persen yang sudah ambil pin. Kalau sudah hampir 90 persen, ya tidak perlu semua sekolah buka pelayanan," katanya.

Sementara itu Ketua Dewan Pendidikan Jatim Akhmad Muzakki mengapresiasi tetap adanya pelayanan pin PPDB meski telah memasuki libur Lebaran. "Penyelenggara sekolah sampai orang tua merasa senang dengan pola ini. Artinya kegelisahan itu tidak mewakili semua warga. Ini inovasi yang bagus," katanya.

Meski mengapresiasi, dia mengingatkan Disdik Jatim untuk mewaspadai saat padatnya PPDB yang bisa membuat gangguan. Kekhawatiran kita adalah trafik padat akan terjadi gangguan. Namun, antisipasi itu sudah dilakukan. Secara teknis tak ada masalah. Ke depan harus terus ditingkatkan," tuturnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Antara