BI Gelontorkan Rp33,4 Triliun Uang Baru untuk Penuhi Kebutuhan Warga Jatim

Warga menukar uang di gerai kas keliling milik perbankan di lapangan Kodam V Brawijaya Surabaya, Selasa (21/5 - 2019). (Bisnis/Peni Widarti)
22 Mei 2019 00:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Kebutuhan masyarakat terhadap uang baru untuk momen Lebaran tahun ini di wilayah Jawa Timur (Jatim) diperkirakan meningkat 14,8% seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di wilayah setempat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan peningkatan kebutuhan uang untuk Lebaran didorong oleh faktor pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor, misalnya tersambungnya tol Trans Jawa dari Surabaya-Jakarta, Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo.

"Infrastruktur Jawa sudah terkoneksi dengan baik sehingga perkiraan kami arus orang mudik akan semakin banyak, dan altivitas pembayaran juga akan makin banyak," katanya di sela-sela pembukaan Hari Penukaran Uang BI di Kodam V Brawijaya, Selasa (21/5/2019).

Dia mengatakan peningkatan kebutuhan uang tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp33,4 triliun tersebut tercermin dari peningkatan permintaan uang oleh perbankan di Indonesia.

Difi menambahkan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang baru untuk Lebaran, BI Jatim telah menyiapkan Rp33,4 triliun. Khusus di wilayah Surabaya, BI membuka layanan penukaran uang di area lapangan Kodam V Brawijaya bersama 13 perbankan lainnya dengan menyiapkan uang baru Rp17,1 triliun.

"Jumlah peserta perbankan yang ikut pelayanan tahun ini meningkat menjadi 13 bank, kalau tahun lalu hanya 12 bank yang ikut," kata Difi.

Sebagai informasi, kegiatan penukaran uang di Kodam Brawijaya digelar 21-24 Mei 2019 dan 27-29 Mei 2019. Setiap bank akan menyediakan kuota antrean untuk 100 orang/hari dengan maksimal penukaran Rp3,7 juta/orang.

Difi menambahkan BI juga membuka layanan penukaran uang di 15 rest area tol dan 4 gerbang tol untuk penjualan top up uang elektronik atau e-toll bahkan plafon kartu sudah mencapai Rp2 juta.

"Nanti yang di rest area tol ini digelar sebelum Idulfitri atau pas momen mudik. Lalu kita siapkan juga layanan untuk top up e-toll. Kami mengimbau agar masyarakat tahu persis berapa tarif tol yang harus dibayar saat melintas sehingga sekali top up isinya cukup," imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Kasdam V Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan mengatakan Kodam menyediakan tempat dan ingin membantu mengamankan jalannya proses penukaran uang.

"Kami hanya membantu untuk dapat melayani masyarakat dari sisi pengamanan, pelaksanaan yang aman dan tertib agar bisa bermanfaat sebaik-baiknya," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Bisnis.com