Pemudik Jatim Diprediksi Lebih Pilih Jalur Darat Lewati Tol Baru

Calon penumpang menunggu bus di terminal. (Solopos/Nicolous Irawan)
21 Mei 2019 02:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA --  Jumlah pemudik dari Jawa Timur (Jatim) tahun ini diperkirakan naik mencapai 3% - 4% dibandingkan periode mudik tahun lalu dengan potensi terbesar menggunakan jalur tol Trans Jawa.

Kepala Dinas Perhubungan Jatim, Fattah Jasin, mengatakan pada momen mudik tahun lalu jumlah pemudik dari Jatim tercatat sekitar 5,7 juta orang baik melalui darat, laut dan udara. Namun tahun ini diperkirakan ada pergeseran dari menggunakan jalur udara beralih ke jalur darat.

“Dari analisa kami, tahun ini bus akan lebih dilirik karena dianggap lebih cepat dan murah dibandingkan kereta dari Surabaya menuju ke arah barat (Jateng/Jabar) sebab bus akan memanfaatkan jalan tol baru, termasuk kendaraan pribadi. Justru yang pesawat ini sepertinya menurun karena harga tiketnya yang mahal,” jelasnya kepada Bisnis/JIBI, Senin (20/5/2019).

Fattah mengatakan keberadaan tol baru yang sudah menghubungkan Surabaya–Jakarta, Surabaya–Probolinggo, dan Surabaya– Singosari Malang ini bakal lebih kuat untuk dilalui karena masyarakat cenderung ingin mencoba kelancaran tol.

“Faktor kenaikan jumlah pemudik lainnya itu karena memang mereka ingin mencoba jalan baru, lalu jadwal libur Lebaran ini juga sangat panjang jadi waktunya sangat cukup untuk lewat darat," imbuhnya.

Sementara jumlah pemudik dengan sepeda motor diharapkan bisa berkurang, apalagi Pemprov Jatim sudah menyiapkan angkutan mudik gratis sebanyak 560 bus dengan berbagai tujuan di Jatim.

Mudik gratis tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PWNU, Unair, ITS dan Maspion. Pemerintah juga menyediakan truk untuk mengangkut 500 sepeda motor bagi pemudik yang mengikuti mudik gratis tersebut.

“Sejak pendaftaran online dibuka 22 April lalu hingga kini sudah hampir 100% penuh, paling tinggal 200 seat atau 4 bus,” imbuhnya.

Fattah menambahkan Dishub Jatim juga menyiapkan 26 titik posko dan rest area serta menerjunkan personel untuk ikut mengamankan jalannya arus mudik dan balik. Sejumlah titik yang kerap macet juga perlu diwaspadai akibat lintasan kereta api dan pasar tumpah, seperti di jalur pantai utara dari Gresik–Lamongan–Tuban, di jalur tengah biasanya terjadi di Jombang–Caruban, dan di jalur selatan ada di Klakah Lumajang–Jember–Banyuwangi.

“Jalur tengah itu tahun lalu menjadi perhatian kami, tapi mudah-mudahan kali ini tidak macet karena sudah ada tol baru, dan angkutan barang juga sudah tidak boleh melintas pada H-3 sampai H+2 Lebaran jadi diharapkan lancar,” imbuhnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Gatot Sulistyohadi mengatakan hingga kini pemerintah terus melakukan pekerjaan rekonstruksi jalan-jalan yang rusak sehingga tingkat kemantapan jalan provinsi di Jatim saat ini sudah 90%.

“Pada H-10 Lebaran, pengerjaan rekonstruksi jalan provinsi juga ditargetkan rampung agar tidak menggangu perjalanan para pemudik,” katanya.

Meski pada H-10 pekerjaan rekonstruksi jalan selesai, tetapi Dinas PU Bina Marga tetap menyiagakan Tim Reaksi Cepat di 11 kantor UPT yang akan siap menerima laporan masyarakat apabila ada jalan berlubang atau rusak.

“Tim reaksi cepat ini akan siap untuk melakukan penambalan jalan lubang di jalan provinsi. Kalau yang rusak jalan kota/kabupaten nanti kami akan teruskan ke Kadis PU setempat, dan jalan nasional akan diteruskan ke pusat," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Bisnis.com