Kenalkan Gayuh, Anak Buruh Tani Peraih Nilai Terbaik UN SMA di Kota Madiun

Sarono Gayuh Wilujeng, siswa SMAN 2 Kota Madiun dengan nilai UNBK tertinggi se/Kota Madiun dan peringkat ke/8 se/Jatim. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
16 Mei 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sarono Gayuh Wilujeng, siswa SMAN 2 Kota Madiun, mendapat nilai tertinggi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 tingkat Kota Madiun. Remaja berusia 18 tahun itu juga masuk dalam peringkat delapan dengan nilai UNBK tertinggi se-Jawa Timur.

Dalam UNBK ini, Gayuh mendapatkan nilai yang hampir sempurna dengan total nilai 392. Dengan rincian Matematika mendapatkan nilai 100, Biologi mendapat nilai 100, Bahasa Indonesia 96, dan Bahasa Inggris 96.

Di sekolahnya, Gayuh memang dikenal rajin dan pintar. Tidak hanya sukses mendapatkan nilai hampir sempurna dalam UNBK, Gayuh juga diterima masuk di jurusan Kedokteran Umum Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Alhamdulillah nilai UNBK saya tertinggi se-Kota Madiun. Saya saat ini juga telah diterima di Kedokteran Unair lewat SNMPTN," kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com, Kamis (16/5/2019).

Gayuh merupakan warga Dusun Kedungdawung, Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Gayuh merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara buah hati pasangan Jaimin, 58 dan Dami, 53.

Gayuh terlahir dari keluarga kurang mampu. Ayahnya, Jaimin, merupakan buruh tani. Sedangkan ibunya tidak bekerja.

Penghasilan ayahnya yang tidak menentu sebagai buruh tani justru menjadi salah satu pemacu semangatnya untuk lebih rajin belajar. Karena kepintarannya, Gayuh pun kerap mewakili sekolahnya di berbagai ajang perlombaan dari mulai tingkat lokal, regional, sampai nasional.

Tercatat, Gayuh pernah menjadi juara I lomba cerdas cermat tingkat Kota Madiun, juara OSN Biologi tingkat kota, juara I kader kesehatan tingkat kota, sampai juara Olimpiade Biologi tingkat nasional di ITS.

Gayuh menuturkan saat ini dirinya sedang mengikuti seleksi beasiswa Bidikmisi dari pemerintah. "Sudah verifikasi berkas dan saat ini tinggal menunggu seleksi wawancara," ujar dia.

Gayuh menyampaikan beasiswa Bidikmisi ini sangat dibutuhkan untuk membiayai pendidikannya di Fakultas Kedokteran Unair. Karena dengan kondisi keluarga yang pas-pasan tentu akan berat baginya untuk membiayai pendidikan di Fakultas Kedokteran.

Wali Kelas Gayuh, Endah Sulistyaningsih, mengakui Gayuh memang salah satu siswa berprestasi di kelas. Gayuh selalu mendapatkan ranking tiga besar.

"Untuk nilai UNBK Gayuh memang yang terbaik di sekolah dan juga masuk di ranking delapan se-Jawa Timur," kata Endah. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya