Jatim Segera Miliki Big Data Kependudukan Lintas Sektor

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak diwawancarai wartawan di Gedung Bakorwil Madiun, Selasa (26/2 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 Mei 2019 08:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, mengungkapkan Pemprov Jatim berencana membangun big data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memantau informasi penduduk secara terintegrasi untuk semua sektor.

"Informasi dalam big data tersebut nantinya bisa digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan tindakan penanggulangan secara cepat dan tepat sesuai dengan kondisi setempat," kata Emil Dardak seperti dikutip dalam rilis, Senin (13/5/2019).

Suami Arumi Bachsin itu mengatakan melalui big data tersebut diharapkan informasi penduduk Jatim bisa terpantau baik dari sisi kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan dan lainnya.

Dia mencontohkan dari sektor kesehatan, big data akan membantu pelaksanaan surveilans malaria, yakni kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, teratur, dan sistematis dalam pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data malaria.

“Diharapkan cara tersebut dapat menghasilkan informasi yang akurat dan dapat disebarluaskan,” imbuh Emil Dardak.

Emil menilai surveilans malaria sangat penting dilakukan sebab banyak masyarakat Jatim yang bermigrasi ke luar Jawa untuk bekerja, baik secara temporer, maupun permanen. Di sisi lain, para migran tersebut juga cukup sering kembali lagi ke daerah asalnya lantaran keluarga besarnya tetap tinggal di Jatim.

“Artinya pergerakan penduduk ke luar pulau cukup signifikan, karena itu surveilans sangat penting untuk memastikan kondisi kesehatan para migran,” imbuhnya.

Menurut Emil Dardak, kegiatan surveilans malaria ini nanti bakal sukses jika melibatkan lintas sektor seperti Dinas Perhubungan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata bahkan Babinsa dan Babinkamtibmas.

Sebagai informasi, Provinsi Jatim tahun ini menerima Sertifikat Eliminasi Malaria oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek pada Peringatan Hari Malaria se-dunia. Sejak 2017, seluruh wilayah di Jatim telah dinyatakan 100% bebas dari penyakit yang disebabkan oleh plasmodium dan ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 

Sumber : Bisnis.com