Bikin Penasaran, Wisata Kampung Belanda Segera Dibangun di Dagangan Madiun

Desain Wisata Pesanggrahan atau Kampung Belanda di Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. (Istimewa/Camat Dagangan)
09 Mei 2019 07:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kecamatan Dagangan, Kapupaten Madiun, Jawa Timur, bersama warga Dusun Pesanggrahan menyiapkan desain untuk pembangunan objek wisata Pesanggarahan di Desa Segulung.

Konsep wisata yang ditawarkan dalam objek wisata itu adalah Kampung Belanda beserta sejarahnya.

Pemerintah setempat optimistis dengan pengembangan wisata itu karena sebelumnya Wana Wisata Watu Rumpuk yang ada di Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, sukses menyedot perhatian wisatawan.

Camat Dagangan, Syahrowi, mengatakan saat ini pemerintah bersama warga sedang menyiapkan desain untuk pembangunan wisata Pesanggrahan.

Selama ini Pesanggrahan memang dikenal sebagai kawasan yang memiliki pemandangan alam indah. Bahkan, di kawasan itu sempat ada rumah pohon yang cukup dikenal wisatawan.

Dia menuturkan Wisata Pesanggrahan memiliki konsep yang berbeda dari objek wisata yang sudah ada di Kecamatan Dagangan. Wisata Pesanggrahan akan mengambil tema Kampung Belanda. Ini sesuai dengan sejarah yang ada di dusun tersebut.

"Nanti di lokasi wisata itu semuanya akan serba Belanda," kata dia, Rabu (8/5/2019).

Pesanggrahan merupakan salah satu daerah yang dahulu menjadi tempat tinggal orang Belanda sewaktu masa penjajahan. Di Pesanggrahan juga ada loji yang dahulu digunakan orang Belanda.

Meskipun saat ini loji tersebut sudah rusak. Nantinya loji tersebut akan dibangun kembali sebagai salah satu wahana yang bisa dinikmati para pengunjung.

"Ada nilai sejarahnya. Jadi tidak asal membuat. Kami juga telah melakukan penelitian terkait itu. Hasilnya digunakan sebagai dasar grand design Wisata Pesanggrahan," jelas dia.

Lebih lanjut, nantinya lokasi tersebut dibagi dalam beberapa wahana di antaranya museum Belanda dan lokasi outdoor miniatur Belanda. Ada juga persewaan baju ala bangsawan Belanda.

"Ada gaun noni-noni  Belanda juga yang disewakan untuk keperluan foto. Jadi para pengunjung bisa mengenakan pakaian Belanda dan berfoto," jelasnya.

Museum Belanda, kata dia, nantinya akan didesain dengan interior ala Belanda pada masa lampau.

Terkait estimasi anggaran dibutuhkan, Rowi menyampaikan sekirar Rp2 miliar. Rencananya pembangunan tersebut menggunakan dana desa dalam beberapa tahun.

Setidaknya dibutuhkan waktu empat tahun untuk membangun kawasan wisata itu. Saat ini persiapan yang telah dilakukan yaitu penyiapan lahan untuk lokasi wisata.

"Konsep selesai. Ini persiapan lahan. Nanti akan tanda tangan kontrak dengan pihak ketiga. Empat tahun estimasi waktu sampai lokasi wisata ini bisa buka," jelasnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya