Ini Saran Gubernur Jatim untuk Wali Kota-Wawali Madiun Maidi-Inda Raya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan kepada wartawandi gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Mei 2019 02:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memuji Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun yang melampaui capaian IPM Jawa Timur.

Gubernur meminta wali kota dan wakil wali kota Madiun periode 2019-2024, Maidi-Inda Raya, untuk terus menjaga capaian positif tersebut.

Hal itu disampaikan Khofifah saat menyaksikan langsung prosesi serah terima jabatan wali kota purnatugas Sugeng Rismiyanto kepada Wali Kota Madiun baru, Maidi, di gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5/2019) sore.

Dia menilai selama ini kualitas SMA dan SMK di Kota Madiun sudah baik. Untuk itu, wali kota terpilih harus menjaga kualitas tersebut.

Pertumbuhan ekonomi di Madiun juga menunjukkan pertumbuhan positif, bahkan pertumbuhannya melebihi Jawa Timur dan nasional. Tetapi, kata dia, pertumbuhan ekonomi tersebut tidak diimbangi dengan tingkat pengangguran.

"Angka pengangguran harus diturunkan lagi. Harus bisa didongkrak lagi penurunan penganggurannya. Ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Madiun," jelas dia.

Pemprov juga telah menyiapkan program khusus untuk mengembangkan bisnis digital bagi kalangan milenial di wilayah Madiun Raya. Program yang diberi nama milenial job center berbasis Bakorwil ini diharapkan bisa memberikan ruang bagi talenta-talenta muda berbakat di wilayah Madiun.

"Kami berharap program ini sinkron dengan RPJMD yang sedang dibahas di Kota Madiun," ujar Khofifah.

Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan visi misi pemerintahannya lima tahun mendatang terangkum dalam Panca Karya.

Yaitu Madiun Kota Pintar, Madiun Kota Melayani, Madiun Kota Membangun, Madiun Kota Peduli, dan Madiun Kota Terbuka.

"Dari Panca Karya ini, kami memiliki 33 program unggulan. Nanti kami akan ada pembagian tugas dengan bu wakil wali kota. Sudah ada pembagiannya," jelas dia.

Maidi menuturkan pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala dinas untuk melaporkan apa yang telah mereka kerjakan empat bulan terakhir.

Nantinya kinerja mereka akan menjadi evaluasi dan menjadi bekal delapan bulan ke depan. Sehingga tidak ada program yang tidak terlaksana dan anggaran yang tidak terserap.