23 Petugas Pemilu 2019 di Ngawi Tumbang, 1 Linmas Meninggal, 2 KPPS Keguguran

Ilustrasi TPS Pemilu (Solopos - Whisnupaksa)
26 April 2019 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Sebanyak 23 personel kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), panitia pemungutan suara (PPS), maupun petugas keamanan Pemilu 2019 di Kabupaten Ngawi mengalami musibah seusai pemungutan suara pada 17 April lalu.

Satu orang di antaranya meninggal dunia setelah bertugas menyukseskan perhelatan lima tahunan tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi, Syamsul Wathoni, mengatakan sampai saat ini terdata ada 23 petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Ngawi yang mengalami musibah.

Dia menyebut satu petugas linmas yang bertugas di Sekretariat PPS Desa Purwosari, Kecamatan Kwadungan, Ngawi, bernama Somo Dikin, 60, meninggal dunia pada tanggal 17 April lalu.

"[Selain itu] Ada dua petugas KPPS yang mengalami keguguran saat menjalankan tugas," kata dia saat dihubungi Madiunpos.com, Jumat (26/4/2019).

Thoni menuturkan sebagian besar petugas yang tumbang saat bertugas itu karena kelelahan dan terlalu letih setelah seharian bekerja saat pemungutan suara. Sebagian petugas merasa kecapaian dan kemudian sakit dan dirawat di rumah. Setelah kondisi semakin parah, mereka baru dilarikan ke rumah sakit atau Puskesmas.

Saat ini, sebagian petugas ada yang masih menjalani rawat jalan. Tetapi ada lima orang terpaksa mondok di rumah sakit karena kondisinya masih lemas.

"Sebagian besar yang sakit ini panitia berusia muda dan dewasa. Mereka rata-rata dibawa ke rumah sakit maupun di klinik tanggal 20 April," terang Thoni.

Atas musibah yang menimpa para petugas Pemilu 2019 itu, pihaknya telah mendata dan melaporkan hal ini kepada KPU RI dan pemerintah daerah. KPU beserta jajarannya sampai di tingkat PPK saat ini masih menggalang donasi dan nantinya diberikan kepada para petugas yang mengalami musibah itu.

"Hari ini ahli waris dari petugas yang meninggal dunia diundang gubernur dan akan diberikan tali asih," jelasnya.

Lebih lanjut, Thoni menyampaikan Pemilu 2019 ini dianggap sulit, berat, dan rumit. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya