Bupati Madiun Turut Pikirkan Masa Depan Anak Anggota KPPS yang Meninggal

Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro bersama tokoh masyarakat dan parpol menyatakan deklarasi damai pasca-Pemilu 2019 di Pendapa Kabupaten Madiun, Kamis (25/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
25 April 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro memberikan apresiasi atas perjuangan para penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun. Terutama terhadap dua penyelenggara Pemilu yang wafat saat bertugas menyukseskan agenda lima tahunan tersebut.

Dua petugas panitia penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Madiun meninggal dunia setelah menjalankan tugasnya. Satu orang meninggal dunia bernama Juli Saemo, 62, merupakan petugas Linmas yang menjaga di TPS 08, Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo.

Sedangkan satu lainnya petugas KPPS 06, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, bernama Supin Indarwati yang meninggal dunia karena kelelahan setelah seharian mengurus pencoblosan. Supin meninggal dunia di RSUD dr. Soedono pada Rabu (24/4/2019).

"Mereka yang meninggal saat bertugas merupakan pejuang demokrasi. Pemerintah tidak akan lepas tangan setelah perjuangan yang dilakukan itu," kata dia seusai acara Deklarasi Damai pasca Pemilu 2019 di Pendapa Kabupaten Madiun, Kamis (25/4/2019).

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, mengatakan untuk petugas KPPS bernama Supin Indarwati masih memiliki satu anak bernama Alfi. Sedangkan suami Supin baru meninggal dunia 40 hari lalu. Sehingga saat ini Alfin menjadi yatim piatu.

Pemkab Madiun berkomitmen untuk membantu kehidupan anak semata wayang Supin yang saat ini masih kelas VII SMP. "Nanti untuk keputusan pengurusan anaknya akan diputuskan setelah tujuh hari meninggalnya. Saya kemarin sudah ke rumah duka," ujar dia.

Bupati menuturkan pemerintah sebenarnya sudah melakukan antisipasi terhadap kesehatan para petugas KPPS maupun linmas. Yakni dengan menerjunkan petugas kesehatan dari rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan penyelenggara Pemilu.

Lebih lanjut, Kaji Mbing menuturkan saat ini Pemilu 2019 sudah selesai dan tinggal menunggu penghitungan hasil suara. Dia meminta masyarakat yang pada saat Pemilu berbeda-beda pilihan untuk bisa menjadi satu lagi.

Dia meminta masyarakat untuk tidak menyebar berita hoaks dan berhenti saat menerima berita hoaks. "Kita ingin semuanya rekonsiliasi. Tidak ada perbedaan lagi. Kalau menerima berita hoaks, masyarakat harus menjadi penerima terakhir dan jangan ikut menyebar berita hoaks," jelas dia.

Kapolres Madiun AKP Ruruh Wicaksono menyampaikan sejauh ini kondisi pasca Pemilu di Kabupaten Madiun relatif aman. Petugas kepolisian saat ini disiagakan untuk mengawal logistik ke KPU Kabupaten Madiun.

"Informasinya besok sudah bergeser dari kecamatan ke KPU. Kita akan fokus keamanan di KPU," ungkap Ruruh. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya