PNS Dilarang Obesitas Setelah Maidi Dilantik Jadi Wali Kota Madiun

Wali Kota Madiun terpilih Maidi (kedua kiri) menyampaikan materi dalam diskusi yang digelar Forum Jurnalisme Ilmiah di Hotel Aston Madiun, Rabu (24/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
25 April 2019 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Permasalahan kesehatan masyarakat akan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Maidi-Inda Raya dalam memimpin Kota Madiun lima tahun mendatang. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian yaitu obesitas yang banyak ditemui.

Wali Kota Madiun terpilih, Maidi, menuturkan salah satu masalah kesehatan yang banyak dijumpai yaitu obesitas atau kegemukan. Selain banyak warga yang mengalami obesitas, pegawai negeri sipil (PNS) maupun pegawai kontrak di Kota Madiun tak sedikit pula mengalami kegemukan.

Untuk itu, kata dia, setelah dilantik menjadi Wali Kota Madiun pada tanggal 29 April 2019, pihaknya akan mengecek kondisi kesehatan pegawainya. Terlebih untuk PNS yang bertugas di Satpol PP. Maidi menyebut kondisi badan petugas Satpol PP harus dijaga dan diperhatikan.

"Sejahtera itu bukan berarti makan bebas, tetapi harus memperhatikan kesehatan. Harusnya makan yang cukup dan sehat supaya badannya tidak rusak," kata Maidi seusai menjadi narasumber dalam acara diskusi Forum Jurnalisme Ilmiah di Hotel Aston Madiun, Rabu (24/4/2019).

Maidi menuturkan kondisi badan pegawai negeri diharapkan jangan sampai obesitas. PNS atau pegawai kontrak yang mengalami obesitas akan mendapatkan perhatian khusus. Setiap enam bulan sekali akan ada pengukuran kondisi badan.

"Setiap enam bulan sekali akan ada pengecekan antara tinggi dan berat badan. Akan kita pantau itu. Supaya mereka mau berolahraga," jelas mantan Sekda Kota Madiun itu.

Menurutnya, kondisi badan pegawai pemerintahan harus dijaga supaya dalam menjalankan tugasnya bisa maksimal. Terlebih lagi petugas Satpol PP yang harus turun ke jalan untuk menertibkan PKL maupun lainnya. Sehingga perlu kondisi tubuh yang bagus dan tidak gemuk.

Pakar Tata Kota ITS Surabaya, Andi Irawan, mengatakan permasalahan di lingkungan perkotaan tidak hanya soal permukiman, melainkan juga persoalan kesehatan masyarakat perlu dijadikan perhatian serius. Salah satu penyakit yang banyak dialami warga perkotaan yaitu obesitas.

Menurut dia, permasalahan obesitas perlu mendapatkan perhatian dari Pemkot Madiun. Jangan sampai bonus demografi yang sebentar lagi akan terjadi, ungkap dia, justru menjadi ancaman karena warga usia produktif mengalami obesitas.

"Kalau terkena obesitas itu kan justru akan mudah sakit dan timbul penyakit lain seperti jantung, diabetes, dan lainnya. Ini kan justru gak produktif. Sehingga perlu ada penanganan," jelas dia.

Mengenai tata kota, Andi menuturkan saat ini Kota Madiun perlu atribut kualitatif yang menjadi ciri khusus kota ini. Dia mencontohkan semisal Kota Madiun itu menjadi kota industri atau kota jasa.

Menurutnya perlu ada komunikasi lebih baik antara satu dinas dengan dinas lain supaya data-data yang ada terkomunikasikan dengan baik. Hal ini akan berdampak pada kebijakan pemerintah yang lebih efektif dan tepat sasaran. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya