Kelelahan Usai Bertugas di TPS, Anggota KPPS Madiun Mondok di RS Lalu Meninggal

Foto Supin Indarwati, 37, sebelum meninggal dunia. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
24 April 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia, Rabu (24/4/2019). Kuat dugaan anggota KPPS bernama Supin Indarwati, 37, itu sebelumnya kelelahan mengurus Pemilu 2019 di TPS 06, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.

Meninggalnya Supin Indarwati ini menambah daftar panjang petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia setelah kegiatan pemungutan suara.

Pantauan Madiunpos.com di rumah duka RT 012/RW 003, Desa Pilangrejo, Rabu sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan orang hadir untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga.

Ketua KPPS 06, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wungu, Mawardi, mengatakan Supin meninggal dunia saat masih dirawat di RSUD dr. Soedono, Rabu (24/4/2019) dini hari. Supin merupakan anggota KPPS 06.

Dia menceritakan sebelumnya ibu rumah tangga itu bekerja sebagai anggota KPPS dengan tugas mempersiapkan logistik hingga mengikuti proses penghitungan surat suara.

"Sebelumnya, Supin ini ya beraktivitas seperti biasa. Dia juga menjalankan pekerjaan pemungutan surat suara hingga penghitungan suara hingga menjelang Subuh," kata dia di rumah duka.

Setelah proses penghitungan surat suara selesai, Supin kemudian pulang lebih awal dibandingkan petugas KPPS lainnya. Saat itu, Supin mengaku sudah kelelahan setelah seharian mengurus pemungutan suara hingga penghitungan suara.

Pada Kamis (18/4/2019) pagi, kata Mawardi, Supin dibawa ke RSUD dr. Soedono Madiun karena kondisi fisiknya melemah. Supin kemudian masuk di ruang ICU dan dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.

"Setelah sempat dirawat. Supin dinyatakan meninggal dunia pada Rabu pukul 00.00 WIB. Supin ini punya riwayat diabetes," ujar dia.

Lebih lanjut, dia menuturkan petugas KPPS memang memiliki banyak pekerjaan saat proses penghitungan surat suara. Menurut dia, Supin bekerja seperti petugas KPPS lainnya.

Supin dikenal di lingkungannya sebagai seorang ibu rumah tangga yang aktif berorganisasi. Suami Supin, Arwan, baru meninggal 40 hari yang lalu. Dia meninggalkan satu orang anak bernama Alfi, siswi kelas VII SMP.

"Beliau memang aktif organisasi. Dia pengurus Muslimat NU Desa Pilangrejo. Dia tinggal bersama anaknya saja," ujar dia.

Kakak kandung Supin, Suhendri, mengatakan sejak suaminya meninggal dunia, Supin tinggal bersama anaknya di rumah tersebut. Setelah kejadian ini, anaknya akan tinggal bersama keluarga.

"Ini masih dirundingkan keluarga. Nanti baiknya gimana," jelas dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya