Jelang Ramadan, Peritel Jatim Tambah Pasokan Biskuit, Baju, hingga Parcel

Ilustrasi pusat perbelanjaan. (Bisnis/Endang Muchtar)
24 April 2019 02:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Menjelang Bulan Puasa, perusahaan ritel di Jawa Timur menyiapkan pasokan barang khususnya makanan dan minuman serta pakaian setidaknya mencapai 50% dari total penjualan Ramadan tahun lalu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Timur, April Wahyu Widati, mengatakan dalam momen Ramadan dan Lebaran tahun ini perusahaan ritel sudah mulai memasok barang-barang kebutuhan, terlebih lagi produk-produk makanan dan minuman kemasan juga parcel ke toko ritel.

“Untuk persiapan Lebaran saat ini ritel sudah keep stok 50% dari total kontribusi penjualan tahun lalu, dan ini akan selesai [memasok] sampai akhir April ini,” katanya di Surabaya, Senin (22/4/2019).

April mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, peningkatan konsumsi biasa terjadi pada momen Ramadan dan Lebaran. Ramadan kali ini pun diprediksi akan berkontribusi sekitar 25% - 30% dari total penjualan ritel di sepanjang 2019 ini.

“Ini biasanya produk yang paling laris saat momen Lebaran itu produk biskuit, sirup, snack-snack, serta produk fashion mulai dari baju sampai sepatu,” katanya.

April menambahkan sektor ritel tahun ini juga cukup terdongkrak oleh adanya momentum pemilihan umum presiden dan DPR. Di Jatim sendiri, kata April, omzet penjualan ritel pada hari H pemilu melonjak 15% - 20%.

“Di samping ada kegiatan pemilu, banyak ritel yang juga memberikan diskon khusus sehingga mampu menaikkan omzet,” imbuhnya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan menjelang Ramadan dan Lebaran ini pengusaha AMDK sudah menyiapkan logistik pergudangan agar distribusi produk ke konsumen lebih mudah.

“Kami sudah mempersiapkan stok AMDK mulai dari memaksimalkan produksi, menambah pasokan sampai persiapan pergudangan misalnya sewa gudang untuk menyimpan stok AMDK,” katanya.

Rachmat Hidayat mengatakan penambahan produksi AMDK dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama momen Ramadan dan Lebaran yang diprediksi mencapai 20% dibandingkan hari normal.

“Peningkatan konsumsi AMDK biasanya sudah bisa terlihat pada minggu pertama Bulan Puasa dan puncak konsumsi menjelang minggu ketiga sampai Lebaran,” katanya.

Dia menambahkan, momen-momen Lebaran termasuk pemilihan umum yang sudah berlangsung ini akan mendorong penjualan AMDK tahun ini. Pada momen pemilu saja, terjadi pertumbuhan penjualan sampai 10% dibandingkan bulan biasa.

Adapun Aspadin mencatat, pada 2018 konsumsi AMDK nasional mencapai 29 miliar liter, dengan konsumsi tertinggi berada di Jabodetabek, Jawa dan Bali dengan kontribusi 60%. Sedangkan konsumsi pada semester I/2019 ini diperkirakan bakal mencapai 15 miliar liter.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya