Tolak Celupkan Jari Usai Mencoblos, Pemilih di Blitar Bacok KPPS

Ilustrasi pemukulan dan penganiayaan. (Solopos - Dok)
17 April 2019 16:20 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BLITAR -- Proses pemungutan suara Pemilu di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (17/4/2019), diwarnai keributan. Seorang pemilih di salah satu tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Blitar menolak mencelupkan jarinya ke tinta hingga menimbulkan cekcok dengan petugas KPPS setempat. 

Namun seusai cekcok reda, pemilih itu kembali ke TPS dengan membawa senjata tajam dan langsung membacok seorang petugas KPPS. Bacokan itu mengenai dagu petugas. Insiden itu terjadi di TPS 16 Jl. Mayang Tengah, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, sekitar pukul 10.00 WIB.

Akibat kejadian itu, proses pencoblosan di TPS terhambat. Detikcom melaporkan insiden berawal saat pelaku berinisial YA, 38, datang ke TPS 16 di Sukorejo, Kota Blitar dan melakukan pencoblosan. Setelah itu pelaku menolak untuk mencelupkan tangannya ke dalam tinta.

"Akhir pencoblosan itu kan celup tinta. Tapi pelaku gak mau. Mereka lalu cekcok, tapi pelaku mau celup tinta di jarinya. Tapi, setelah itu pelaku pulang terus kembali lagi bawa senjata tajam," kata Kasi Pemerintahan, Keamanan, Trantibum Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, Iwan Purwanto, di lokasi, Rabu (17/4/2019).

Pelaku langsung menyerang petugas KPPS bagian pencelupan tinta. Akibatnya, seorang petugas bernama Luki Setia, 40, mengalami luka sayat di bagian dagunya. Sedangkan pelaku YA langsung melarikan diri.

Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi membenarkan adanya insiden tersebut. Polisi memburu YA yang kabur usai melukai petugas KPPS tersebut.

"Benar. Ini masih dalam proses penyelidikan," jawab Agus melalui pesan di WhatsApp.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom