Bawaslu Kota Madiun Catat 285 Pelanggaran Kampanye

Petugas menertibkan APK salah satu calon anggota legislatif di Jl. Basuki Rahmad Kota Madiun, Minggu (14/4 - 2019) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
16 April 2019 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun, Jawa Timur, mencatat ada 285 pelanggaran selama masa kampanye Pemilu 2019. Pelanggaran paling banyak yaitu terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan selama masa kampanye yang waktunya mencapai tujuh bulan tersebut ada banyak pelanggaran yang dilakukan peserta Pemilu, yakni mencapai 285 pelanggaran Pemilu.

"Dari total pelanggaran itu paling banyak ada di APK yaitu ada 279 kasus dengan melibatkan ribuan APK," jelas Kokok, Selasa (16/4/2019).

Dia menuturkan pelanggaran APK sebagian besar disebabkan penempatan tak sesuai aturan seperti di tempat ibadah, tempat kesehatan, sekolahan, kantor pemerintahan, memaku di pohon, hingga memasang APK di tiang listrik.

Untuk pelanggaran tersebut, petugas hanya memperingatkan secara administrasi dan menertibkan APK yang melanggar.

Sedangkan untuk kasus pelanggaran lain, kata dia, ada caleg yang melanggar aturan perizinan kampanye. Hingga akhirnya caleg terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman tidak boleh berkampanye selama 20 hari. Ada juga caleg dijatuhi hukuman tidak boleh berkampanye selama 14 hari.

"Kami juga mengundang beberapa ASN yang diduga melanggar netralitas. Untuk hasilnya sudah kami serahkan kepada Majelis Kode Etik," ujar Kokok.

Mengenai pelanggaran pada saat masa tenang ini, kata dia, pihaknya belum menemukan pelanggaran seperti politik uang. Dia berharap masyarakat juga berperan aktif untuk melaporkan apabila ada kegiatan politik uang di lingkungan mereka. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya