Pemilih Tambahan 2.029 Orang, KPU Kota Madiun Jamin Surat Suara Cukup

Petugas memindah logistik Pemilu 2019 ke gudang kantor Kelurahan Kejuron, Kota Madiun, Senin (15/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
16 April 2019 00:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun menjamin surat suara Pemilu 2019 cukup meskipun akan ada 2.029 pemilih tambahan dari berbagai daerah yang akan menggunakan hak suaranya di Kota Madiun.

Komisioner KPU Kota Madiun, Wisnu Wardhana, mengatakan daftar pemilih tambahan (DBTb) di Kota Madiun terdata ada sebanyak 2.029 orang. Pemilih tambahan ini paling banyak ada di dua lembaga permasyarakatan (LP) yaitu LP Pemuda dan LP Klas I Madiun.

Dia menuturkan meski ada pemilih tambahan yang jumlahnya mencapai 2.029 nama itu, untuk surat suara dipastikan akan tercukupi. Karena jumlah surat suara sesuai daftar pemilih tetap (DPT) akan ditambah 2% untuk surat suara cadangan.

Jumlah DPT Kota Madiun ada sebanyak 150.492 jiwa, sehingga surat suara cadangan ada sekitar 3.000 lembar untuk setiap jenis pemilihan.

Wisnu Wardhana menyampaikan pemilih tambahan itu akan disebar di berbagai TPS. "Untuk di LP kami akan buat lima unit TPS. Dua TPS di LP Pemuda dan tiga TPS di LP Klas I Madiun. Karena warga binaan kan kategorinya sebagai pemilih pindah," kata dia, Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, dia menuturkan saat ini banyak tersebar informasi menggunakan e-KTP boleh untuk mencoblos di berbagai tempat. Dia menegaskan pemilih pindah harus menyertakan formulir A5 supaya bisa mencoblos.

Sedangkan untuk pemilih yang tidak mendapatkan surat undangan C6 masih bisa melakukan pencoblosan. Namun, harus memperlihatkan e-KTP kepada petugas TPS. Pendaftarannya bisa dilakukan sejak pagi, tetapi pencoblosannya baru bisa dilayani pukul 12.00 WIB - 13.00 WIB.

Selain itu, pemilih tersebut juga harus mencoblos di TPS yang sesuai alamat e-KTP. "Kalau tidak memiliki surat undangan, memilihnya harus di TPS yang sesuai alamat e-KTP. Tidak boleh di lokasi lain," jelas dia.

Untuk pemilih difabel, ia menjelaskan khusus bagi pemilih difabel boleh dibantu keluarganya tetapi proses membantunya hanya sampai di bilik suara. Sedangkan penggunaan hak suara harus dilakukan pemilih difabel sendiri.

Untuk keluarga yang mendampingi harus tercatat dalam formulir C3. "Saya juga berharap pembuatan TPS bisa ramah difabel dan tidak menyulitkan pemilih difabel," jelas dia.

Logistik Pemilu di Kota Madiun baru didistribusikan ke kelurahan pada Senin pagi. Logistik Pemilu akan disimpan di kantor kelurahan masing-masing sampai hari H pencoblosan. Baru boleh diambil petugas TPS pada Rabu pagi. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya