Dipicu Rp100.000, Begini Kronologi Hilangnya Nyawa Budi Mayat dalam Koper

Rilis kasus pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim. (tribratanewspoldajatim.com)
15 April 2019 20:20 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus pembunuhan dan mutilasi mayat dalam koper yang ditemukan di bawah jembatan di Blitar, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dan pengakuan kedua tersangka kasus itu, terkuak pembunuhan keji terhadap korban Budi Hartanto, 28, warga Kota Kediri, itu tak hanya bermotifkan asmara sesama jenis, namun ada hal lain yang memicunya.

Dikutip dari Detik.com, aksi kejahatan itu berlangsung pada Selasa (2/4/2019) malam. Saat itu, satu pelaku yakni Aris Sugianto (AS), 34, menutup warung kopinya di Kediri sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu, dia melakukan hubungan badan sesama jenis dengan  Budi Hartanto di warung yang telah tutup, 

Aris mengaku selama ini telah berhubungan sebanyak empat kali dengan korban. Seusai berhubungan intim, Aris biasanya memberikan uang Rp100.000 pada kekasihnya. Namun pada malam sebelum pembunuhan terjadi Aris mengaku tak memiliki uang untuk diberikan kepada Budi.

Akhirnya, keduanya pun sempat berselisih di warung milik Aris, yang sekaligus digunakan untuk berhubungan badan. Aris kemudian keluar dari warung untuk meminjam uang kepada pelaku lainnya Azis Prakoso, 23. Azis yang saat itu berada di warung, mengaku tak memiliki uang. Karena Azis tak punya uang, Aris marah-marah. Azis yang mengingatkan pun tak digubris.

"Jadi dia mau ngasih ke korban ternyata yang bersangkutan tidak punya, pinjem ke AJ [Aziz Prakoso] tidak punya, marah-marah diingatkan sama AJ," papar Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono di Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani Surabaya, Senin (15/4/2019).

Karena Aris tak memberikan uang, Budi pun marah-marah dan memaki Aris. Lalu, Azis pun mendatangi keduanya dan menegur. Tetapi Budi Hartanto langsung menampar Azis dan dibalas tamparan kembali oleh Aris.

Untuk membalas Azis, Budi pun akhirnya mengambil parang yang terletak di warung kopi. Azis pun menangkis dan merebut parang tersebut. Karena emosi, parang itu disabetkan berkali-kali ke Budi hingga mengenai leher dan punggung.

"Korban mengambil pisau tergeletak di kursi luar diayunkan ke Azis, ditangkis, direbut Azis dan menyabetkan ke lengan kiri Budi. Korban teriak dianiaya sampai tertelungkup. Dan di situ dilakukan pembacokan berkali-kali oleh saudara Azis dibantu oleh Aris," imbuh Gupuh.

Setelah korban meninggal, barulah korban dimasukkan ke dalam koper. Sebelumnya, kedua pelaku sempat membersihkan darah dan melepas baju korban mayat dalam koper. Dan saat dimasukkan ke koper, ternyata kepala Budi tak cukup. Akhirnya diputuskan keduanya untuk memutilasi korban.

"Pada saat sudah meninggal dunia itu dimasukkan ke koper, namun tidak cukup dikeluarkan lagi. Lalu Aris mendorong dipotong saja kepalanya," ungkap Gupuh.

Sementara itu, kepada penyidik, tersangka AS mengaku sayang kepada korban, sehingga memberi apa saja yang dimintanya.

"Suka sama suka, tapi setiap korban minta dikasih. Mereka telah berhubungan hampir setahun yakni mulai berkenalan pada bulan Juli 2018 melalui aplikasi Hornet dan terakhir bertemu di tempat usahanya," ucap Gupuh dilansir Antara.

Setelah membunuh korban, para tersangka sempat melarikan diri. Azis bersembunyi di Kediri, sementara Aris bertolak ke Ngawi pada 7 April 2019.

Tapi, pada 10 April 2019, dia terdeteksi sudah di Jakarta dan diringkus di sana. Padahal, dia sudah memesan tiket tujuan Lampung pada 11 April 2019.

"Tanggal 10 pesan tiket ke Lampung untuk tanggal 11 menggunakan bus umum. Diikuti informasi dari saudara AS, kami informasikan ke Polda Metro Jaya tersangka di sekitar Jakarta Selatan," kata Gupuh.

Kasus pembunuhan mulanya diketahui saat warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper di antara semak-semak dekat sungai, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019). Koper itu ditemukan pencari rumput di desa sekitar.

Saat ditemukan, di dalam koper terdapat mayat yang tidak memakai pakaian dan tanpa kepala. Setelah ditelusuri, kepala korban ditemukan tersangkut ranting bambu di bantaran sungai kawasan Desa Bleber, Kediri.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom, Antara