50 Kasus KDRT Terjadi di Kota Madiun 2 Tahun Terakhir

Ilustrasi tindak kekerasan (Solopos/Whisnu Paksa)
15 April 2019 11:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Madiun, Jawa Timur, dalam dua tahun terakhir mencapai 50 kasus.

Untuk tahun 2017 jumlah kasus KDRT sebanyak 29 kasus, sedangkan pada tahun 2018 ada sebanyak 21 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Hak Anak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Madiun, Sri Mahendra Datta, mengatakan kasus KDRT di Kota Madiun cenderung menurun dari tahun 2017 ke 2018 atau dari 29 kasus ke 21 kasus.

Penurunan kasus KDRT itu karena adanya kepedulian masyarakat untuk mencegah tindakan yang menjurus pada KDRT.

"Saat ini banyak yang memanfaatkan pusat pelayanan terpadu (PPT) yang kami beri nama Midumasjati atau mitra peduli masyarakat sejati," kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkot Madiun, Minggu (14/4/2019).

Mahendra menuturkan saat ini banyak masyarakat yang memanfaatkan PPT tersebut. Pada tahun 2017 jumlah yang berkonsultasi di PPT itu ada 20 orang dan tahun 2018 naik menjadi 41 orang yang berkonsultasi.

Lebih lanjut, dia menuturkan PPT Midumastaji merupakan rumah yang dibangun oleh Dinas Sosial PPPA untuk menangani korban kekerasan terhadap perempuan atau anak. Pendampingan yang diberikan PPT tersebut seperti hukum, medis, dan psikososial.

"Ini sesuai yang diatur dalam UU No. 2 tahun 2004 bahwa penghapusan kekerasan dalam rumah tangga menjadi salah satu tanggung jawab pemerintah," ujar dia.

Mahendra menyampaikan penanganan KDRT juga telah dilakukan oleh dinasnya. Seperti home visit atau berkunjung langsung ke rumah keluarga atau individu yang mengalami KDRT atau non-KDRT.

Penanganan ini dianggap lebih efektif supaya penanganan masalah tidak salah sasaran.