Masa Tenang, Ratusan Pengawas Pemilu di Kota Madiun Bersihkan APK

Petugas menertibkan APK salah satu calon anggota legislatif di Jl. Basuki Rahmad Kota Madiun, Minggu (14/4 - 2019) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 April 2019 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 14-16 April sebagai masa tenang Pemilu 2019. Seluruh kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun sudah tidak diperbolehkan lagi selama masa tenang.

Alat peraga kampanye (APK) yang terpasang juga harus diturunkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun mulai patroli APK sejak Minggu (14/4/2019) pagi.

Ada sekitar 1.000 personel yang dikerahkan untuk membersihkan seluruh APK yang terpasang di wilayah kota. Personel tersebut gabungan dari anggota Bawalsu beserta jajarannya, PTPS, Satpol PP, Polres, hingga anggota TNI.

Semua personel tersebut disebar di tiga kecamatan di wilayah Kota Madiun. Mereka menyusuri setiap jalan mulai jalan protokol sampai gang-gang perkampungan. Aksi mereka ini untuk memastikan seluruh APK bersih dan tidak menjadi sampah politik bagi masyarakat.

Para personel ini ada yang menggunakan pisau, pemotong kawat, dan alat pemotong lainnya. Mereka mulai menyisir lokasi-lokasi pemasangan APK dari seluruh partai politik peserta Pemilu 2019.

Ada ribuan APK yang terpasang, mulai dari ukuran kecil sekitar 50 cm x 50 cm sampai baliho yang ukurannya sampai 3 meter x 6 meter. Semuanya diturunkan petugas. Kemudian, petugas Satpol PP setempat mengambil APK tersebut dan dibawa pakai mobil patroli.

Salah satu anggota PTPS Kanigoro, Kota Madiun, Daruji, mengatakan bersama anggota PTPS lainnya sudah berkeliling ke jalan-jalan perkampungan di wilayah Kelurahan Kanigoro. Puluhan APK berbagai ukuran sudah diturunkan.

Saat menurunkan APK tersebut, Daruji mengaku salah satu jarinya terluka karena terkena pisau. Kesulitan yang dihadapi petugas yaitu menjangkau baliho-baliho berukuran besar.

"Kami alatnya seadanya, jadi diutamakan untuk menertibkan yang kecil-kecil dulu terutama di gang-gang perumahan," jelas dia.

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, mengatakan masa kampanye sudah selesai dan saat ini hingga 16 April merupakan masa tenang. Seluruh aktivitas kampanye peserta Pemilu dilarang.

"Kami menurunkan seluruh anggota Bawaslu dari tingkat kota sampai kelurahan. Selain itu juga anggota PTPS juga kami kerahkan. Kami targetkan sore ini bisa selesai pembersihan," ujar dia kepada Madiunpos.com.

Kokok menuturkan ada sekitar 3.000 APK yang diturunkan petugas. Namun, ada beberapa APK yang dipasang di papan reklame berbayar yang sulit untuk diturunkan.

"APK yang dipasang di reklame berbayar sulit dicopot karena posisinya cukup tinggi. Petugas tidak punya alatnya," ujar dia.

Kokok menuturkan seluruh wilayah Kota Madiun dipastikan bersih dari APK hingga Minggu sore. Dia berharap pengurus partai politik untuk bisa membersihkan APK mereka sendiri yang belum sempat dibersihkan.