Hot Topic

Kapolres Madiun Ingatkan Warga Jangan Perlihatkan PIN ATM pada Siapapun

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan pasutri tersangka aksi pencurian melalui ATM di Madiun, Kamis (11/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
13 April 2019 12:40 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengimbau masyarakat Kabupaten Madiun untuk lebih waspada dan berhati-hati saat mengambil uang di ATM. 

"Jangan sampai memperlihatkan pin ATM kepada orang lain," kata Ruruh Wicaksono kepada wartawan saat rilis kasus penipuan bermodus pengganjalan mesin ATM, Kamis (11/4/2019).

Dia menyampaikan polisi telah meringkus dua pelaku pencurian bermodus pengganjalan mesin ATM di salah satu ATM di Nglames, Kabupaten Madiun. Dua pelaku yang diringkus yaitu pasangan suami istri asal Bandung, RD dan MJ.

Kapolres menuturkan modus yang dilakukan pelaku yaitu awalnya mengganjal mulut atau bagian masuk kartu ATM dengan korek api. Setelah itu, pelaku menunggu korban datang untuk mengambil uang di ATM tersebut.

Saat ada korban yang masuk ke ATM untuk mengambil uang, pelaku RD masuk ke ruang ATM. Korban yang kebingungan karena kartunya tidak masuk ke mesin. Kemudian pelaku menawarkan bantuan kepada korban.

Dalam kesempatan itu, pelaku menukarkan kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang telah disiapkan pelaku. Kartu ATM tersebut ukurannya lebih kecil sehingga bisa masuk ke mesin.

Kartu ATM palsu yang telah ditukar itu kemudian dimasukkan ke mesin ATM oleh korban. Kartu tersebut kemudian tertelan mesin dan tidak bisa berfungsi.

Saat kondisi itu, pelaku MJ datang ke ruang ATM dan menawarkan pertolongan. Pelaku itu kemudian menyarankan korban untuk menekan tombol tertentu dalam mesin ATM. Hingga akhirnya muncul perintah untuk memasukkan nomor telepon dan memasukkan nomor PIN ATM.

"Saat korban menekan tombol PIN itu, pelaku mencatat secara diam-diam PIN dan mengirimkannya ke pelaku RD. Setelah itu pelaku RD menggasak isi ATM korban," ujar dia.

Ruruh menyampaikan sebenarnya modus seperti ini sudah ada sejak lama tetapi masyarakat harus tetap mewaspadainya. Karena ternyata masih ada masyarakat yang menjadi korban dengan modus operandi seperti ini.

Pengakuan pelaku, kata Ruruh, mereka mempelajari modus operandi pengganjalan mesin ATM itu dari YouTube. Mereka membutuhkan waktu hanya sekitar sebulan untuk menguasai cara menjalankan aksi kejahatan itu. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya