Tanggapan Keras Gubernur Khofifah Atas Penganiayaan Audrey

Tiga dari 12 siswi SMU yang diduga menjadi pelaku dan saksi dalam kasus penganiayaan siswi SMP berinisial AU (14) memberi keterangan saat jumpa pers di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4 - 2019). (Antara/Jessica Helena Wuysang)
11 April 2019 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Kasus penganiayaan yang menimpa Audrey, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, oleh sejumlah siswi SMA, memantik atensi dari banyak pihak, salah satunya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah menyatakan kasus penganiayaan terhadap Audrey (AU) tak lepas dari tanggung jawab sekolah. "Kejadian itu betul di luar sekolah. Tapi nilai yang di dapat juga tak lepas dengan yang ditanamkan di dalam ataupun luar sekolah," kata Khofifah saat kegiatan Penguatan Kepala Sekolah (SMA/SMK dan SLB) se-Jatim di Islamic Center, Surabaya, Kamis (11/4/2019).

Khofifah berharap sekolah mampu menjadi fondasi sebagai pendidikan karakter anak. Pasalnya kasus AU bisa juga dianggap sebagai produk pendidikan.

"Kalau kasus itu [penganiayaan], jika dilihat dunia sebagai sesuatu, pastinya juga dilihat sebagai produk pendidikan," ucapnya.

Sebelumnya, Audrey menjadi korban pengeroyokan oleh 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Pengeroyokan itu mengakibatkan korban mengalami depresi dan luka fisik. Polresta Pontianak, Rabu malam (10/4/2017) telah menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar dan NN atau Ec (siswa SMA).

Penetapan tersebut, dari hasil pemeriksaan yang ketiganya mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara