Duh, Plafon SMPN 2 Kare Madiun Madiun Jadi Sarang Kelelawar

Kondisi salah satu ruang kelas SMPN 2 Kare yang rusak dan dijadikan sarang kelelawar, Rabu (10/4 - 2019). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 April 2019 21:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sejumlah ruangan di SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rusakan. Bahkan, beberapa ruang di sekolah tersebut menjadi sarang kelelawar sehingga membuat ruangan berisik dan berbau pesing.

SMPN 2 Kare merupakan salah satu sekolah negeri yang berada di pinggiran Kabupaten Madiun, tepatnya di Desa Morang, Kecamatan Kare.

Pantauan Madiunpos.com di sekolah tersebut, Rabu (10/4/2019) siang, kondisi bangunan sekolah dilihat dari luar memang tampak masih kokoh. Namun, saat masuk dan melihat ruang per ruang sekolah terlihat ada beberapa bagian ruang yang tiangnya keropos dan plafon retak serta rusak.

Di bagian depan, papan nama sekolah tersebut juga terlihat sudah rusak. Sebagian keramik yang bertuliskan identitas sekolah terlihat terkelupas.

Di beberapa ruangan seperti di ruang guru, ruang tata usaha, ruang kelas IX A dan IX D, terdengar suara cukup berisik dari segerombolan kelelawar di atas plafon. Aroma pesing dan busuk yang berasal dari kotoran kelelawar pun tercium.

Dari empat ruang yang dijadikan sarang kelelawar, satu ruang kelas yakni IX D terpaksa ditutup dan sudah tidak digunakan untuk aktivitas belajar mengajar lagi. Selain menjadi sarang kelelawar, ruang itu plafonnya juga rusak.

Papan nama SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun terkelupas, Rabu (10/4/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Foto: Papan nama SMPN 2 Kare, Kabupaten Madiun terkelupas, Rabu (10/4/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Kepala SMPN 2 Kare, Minarti, bercerita dirinya baru setahun menjabat kepala sekolah di SMP negeri tersebut. Saat itu, kondisi gedung memang ada yang rusak baik tiangnya keropos sampai plafonnya retak-retak hingga jebol.

Dia menuturkan jumlah murid SMPN 2 Kare tahun ini ada 250 orang. Ada sembilan kelas untuk aktivitas belajar mengajar, satu jenjang ada tiga kelas.

Minarti menyampaikan salah satu yang mengganggu aktivitas belajar murid yakni suara bising yang ditimbulkan dari kawanan kelelawar yang bersarang di dalam ruangan. Selain itu, kotoran kelelawar juga sangat mengganggu aktivitas belajar.

"Kami setiap Jumat itu ada gerakan bersih-bersih. Itu salah satunya untuk membersihkan kotoran kelelawar," jelas dia.

Untuk kerusakan di bagian plafon hingga tiang bangunan yang sudah keropos, lanjut dia, pihak sekolah telah mengajukan untuk perbaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun. Informasi yang didapatnya, perbaikan SMPN 2 Kare masuk anggaran 2020.

"Katanya akan mendapatkan bantuan untuk tahun anggaran 2020. Ini untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak," jelas dia sambil menyebut empat ruang yang perlu segera diperbaiki yakni ruang kelas IX A, IX D, ruang guru, dan ruang TU.

Selain kerusakan itu, Minarti juga mengajukan bantuan untuk pembuatan pagar bagian barat sekolah. Ini bertujuan untuk membendung air masuk ke kawasan sekolah, terutama saat hujan deras. Dia menyampaikan saat hujan deras mengguyur biasanya halaman sekolah kebanjiran.

Dia berharap bantuan untuk renovasi gedung SMPN 2 Kare bisa segera terealisasi supaya murid lebih nyaman. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya