Kepala Mayat dalam Koper Belum Ditemukan, Polisi Buru 2 Pelaku

Korban mutilasi, Budi Hartanto, semasa hidup. (Detikcom/Instagram)
09 April 2019 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Jasad warga Kediri korban mutilasi mayat dalam koper, Budi Hartanto, 28,  telah dimakamkan pada Kamis (4/4/2019). Namun hingga kini, aparat berwajib belum berhasil menemukan bagian kepala pria yang dikenal pandai menari itu.

Polisi juga masih melakukan pengejaran dua terduga pelaku mutilasi mayat dalam koper. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera mengatakan antara kepala korban yang dimutilasi dengan pelaku ini diketahui berhubungan.

Barung mengaku terduga pelaku menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Pihaknya masih melakukan pengejaran dengan mengumpulkan bukti terkait.

"Kepalanya tidak akan mungkin kita temukan kalau saksi kunci belum kita dapatkan," kata Barung saat dimintai konfirmasi di Mapolda Jatim Jl. Ahmad Yani Surabaya, Selasa (9/4/2019), seperti dilansir Detikcom

Selain itu, Barung menambahkan pihaknya masih sebatas memetakan daerah yang diduga digunakan pelaku menyimpan kepala mayat dalam koper. Namun hal ini hanya meraba saja karena belum mengetahui lokasi pastinya.

"Ini arealnya saja kita belum tahu, meraba masihan," lanjutnya.

Saat ditanya perkembangan pengejaran dua terduga pelaku, Barung mengatakan pihaknya masih tetap berupaya. Namun dirinya enggan memerinci demi kelancaran penyelidikan.

"Sementara saya close dulu karena akan mempengaruhi penyelidikan di lapangan," pungkasnya.

Diberitakan, warga Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4/2019) pukul 07.00 WIB. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala.

Berdasarkan hasil autopsi RS Bhayangkara Polda Jatim terhadap mayat dalam koper, diketahui pelaku memakai lebih dari satu senjata untuk memutilasi korban.  Frans Barung Mangera mengungkapkan pelaku memutilasi korban untuk menghilangkan jejak.

"Itu tidak dilakukan dengan satu senjata. Satu alat pemotong. Bisa saja pisau. Dan pelaku sengaja memutilasi kepala korban untuk menghilangkan jejak. Kepala korban dimutilasi di bagian leher," kata Barung.

Mutilasi itu, jelas Barung, dilakukan setelah pelaku mengetahui jika korban sudah meninggal. Selain itu pelaku memutilasi honorer SD Banjar Melati Kediri ini agar muat dalam koper.

"Ternyata kopernya tidak muat kalau lehernya tidak dipotong. Sehingga dilakukan pemotongan. Pemotongan di bagian leher adalah ketika yang bersangkutan sudah meninggal," tambahnya.

Berdasarkan hasil forensik Polda Jatim, sebelum membunuh, ada persiapan yang dilakukan pelaku terhadap korban mayat dalam koper. Itu terbukti dengan luka di tangan kanan dan kiri korban akibat tangkisan benda tajam.

Bahkan, tambah dia, ada luka ada kekerasan benda tajam di lehernya. "Penyebab kematian karena kekerasan benda tajam pada leher. Di lehernya, ada tebasan di lehernya," tegasnya.

Setelah korban dipastikan meninggal dunia, jelas dia, pelaku baru melakukan mutilasi pada leher korban dan memotong kepalanya.

"Setelah mati baru dimutilasi. Ini hasil autopsinya ya," pungkas Barung.

Kini polisi masih mengejar dua terduga pelaku pembunuhan mayat dalam koper. Namun mengetahui akan ditangkap, kedua terduga pelaku ini sering berpindah-pindah tempat untuk menghindari polisi.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Detikcom